Cara Mengindeksasi Jurnal di Google Scholar, DOAJ, Scopus & Thomson Reuters, DOI

Untuk para akademisi, menghasilkan karya ilmiah yang berujung dipublikasikan di sebuah jurnal yang diakui menjadi sebuah keharusan. Sayangnya banyak jurnal lokal kita masih belum terakreditasi baik nasional maupun internasional. Ditambah lagi banyak jurnal “abal-abal” di luar sana yang berkategori internasional yang hadir menawarkan jasanya untuk mempublikasikan karya ilmiah para akademisi

yang pada akhirnya dapat berakibat fatal bagi nasib karya ilmiah akademisi alias tidak diakui. Namun pada prinsipnya untuk saat ini akademisi perlu mempublikasikan karya ilmiahnya secara online agar dapat dibaca dan disitasi oleh akademisi lain yang berujung pada meningkatnya nilai kinerja karya ilmiah kita (yg dikenal dengan istilah h-index). Untuk itu perlu bagi pengelola jurnal atau akademisi untuk bisa mempublikasikan karya ilmiahnya pada jurnal yang terindeks seperti Scopus, Ebscom Google Scholar, dll.

Berikut akan dibahas cara-cara teknis bagaimana cara yang mudah mengindeks Jurnal. Indeksasi Jurnal  yang ada misalnya: Google Scholar, DOAJ, Portal Garuda DIKTI, EBSCO, CrossRef/DOI, Scopus, Thomson Reuters.

1. Google Scholar

  • Login ke email Gmail, buat akun baru “namajurnalanda@gmail.com”
  • Buka Google Scholar di htt[://scholar.google.com
  • Klik di My Citations
  • Buat dulu Profilnya serta lakukan verifikasi e.      Isikan Metadata untuk Profil Per parper Apakah metadata itu? Metadata berisi: judul, Abstrak, nama penulis, dan keywords”

2. DOAJ

a.      Buka portal DOAJ

b.      Jurnal harus sudah Open Access

c.       Portal kita buat dalam bahawa inggris walaupun artikel-artikel jurnal kita berbahasa indonesia

d.      Title dan lainnya harus berbahasa inggris.

3. SCOPUS dan Thomson Reuters buka www.scopus.com

  • Adanya peer- reviewed
  • Keberkalaan jurnal yang kontinyu dan tidak terputus
  • Referen in Roman Script and English Language. Khususnya pada Abstract dan Title (walaupun isi jurnal berbahasa lain seperti Arab ataupun Indonesia)
  • Hindari Publication Ethics artinya plagiarisme e.      Pastikan multikultural pada tiap editor, reviewer, writer kalo bisa dari 5 benua (Amerika, Australiam, Asia, Eropa, dan Afrika)

4. DOI

a.      Buka pada http://dx.doi.org/10.9767/bcrec.8.1.4394.14-33

Mengapa jurnal harus terindeks di Scopus atu Thomson, apakah kita bisa mengindeks secara mandiri dengan akreditasi dan penilaian versi kita sendiri Indonesia? Saat ini jurnal di Indonesia juga di beberapa negara lain jika ingin terindeks atau dinilai oleh Internasional,  lembaga atau organisasi yang menaungi dan utama melakukannya adalah Scopus. Sehingga untuk sementara ini kita hanya bisa mengikuti aturan Scopus. 

Sumber :
http://gatotprabantoro.blogspot.co.id/2016/03/cara-mengindeksasi-jurnal-di-google.html

Artikel Terkait

DOAJ

jurnal

dikti

 

source: Gatot Prabantoro

Cara Mencari Jurnal yang Terindeks Scopus

Sebelumnya saya informasikan tentang situs pemeringkatan jurnal oleh scopus di  https://journalmetrics.scopus.com

Okey, berikut cara mencari jurnal terindeks scopus:

1. masuk ke scopus (www.scopus.com)

2. di bagian atas kanan ada tertulis sources

3. klik sources

Terdapat beberapa pilihan, yaitu

1) sebelah kanan tengah ada tombol download scopus source list. Jika diklik maka Anda dapatkan daftar jurnal yang terindeks scopus. Silahkah disimpan.

2) jika Anda bermaksud mencari daftar jurnal yang lebih spesifik, sehingga lebih mudah mencari jurnal di bidang Anda, maka:

a) pilih subject, apakah all subject area, agricultural & biological sciences, dll.

b) jika bermaksud khusus jurnal yang open access, maka centang tombol display only open access journals.

lalu klik tombol display sources.

3) jika Anda bermaksud mencari jurnal khusus yang Anda ketahui judul, ISSN atau publisher, maka

a) klik tombol search for a source,

b) pilih berdasarkan, title, ISSN, atau publisher,

c) lalu klik tombol search,

d) Ketik nama jurnal, ISSN atau publisher sesuai dengan pilihan Anda.

e) Akan disajikan apakah jurnal tersebut terindeks scopus atau tidak.

Selamat mencoba!

Sebagai tambahkan saya sajikan peringkat ilmuwan di Indonesia tahun 2017 menurut webometricts di http://www.webometrics.info/en/node/96

Sudah Ditawar Rp 100 Miliar, Kerbau ini Tak Dilepas Juga, Inilah yang Membuatnya Mahal!

Horizon, nama kerbau yang berada di Afrika Selatan ini.

Mau tahu harganya? Tak main-main, saat ini nilainya ditaksir sebesar 8,5 juta pounsterling, atau sekitar Rp 153 miliar!

Jangan harap bisa meminangnya dengan harga di bawah itu.

Saking mahalnya, kerbau satu ini bagaikan aset perusahaan.

Dia dijual seperti saham.

Pada Februari lalu, 25 persen hak kepemilikanya dijual ke seorang pengusaha asal Afsel, Peter Bellingham, dengan harga 2 juta pounds, atau sekitar Rp 39 miliar.

Lalu, apa sih istimewanya si Horizon ini?

Horizon dikenal sebagai kerbau dengan tanduk yang panjang dan luar biasa indah.

Tanduknya yang membentang hampir 1,5 meter itu dianggap sangat istimewa.

Biasanya, rata-rata bentang tanduk kerbau di Afsel, maksimal sepanjang 1 meter saja.

Nah, bukan tanduknya yang dihargai begitu mahal.

Melainkan gen-nya.

Ya, Horizon dianggap pejantan unggulan.

Di Afrika Selatan, berburu satwa di alam liar adalah objek wisata yang menghasilkan banyak uang.

Bagi para pemburu, bisa mendapat kerbau dengan tanduk yang indah adalah sebuah kesenangan tersendiri.

horizon-kerbau_20160423_123212

Tak heran, pengelola taman buruan, berlomba-lomba mendapatkan kerbau dengan tanduk nan indah. (*)

Sumber: surya malang

CARA INSTALL CARA INSTALL WHACARA INSTALL WHATSAPP DI KOMPUTER (PC) ATAU LAPTOP

Hal pertama yang harus dilakukan untuk menginstall WhatsApp ini adalah kita harus menginstall Emulator Android. Ada banyak sih pemirsah, bisa pake BlueStacks, YouWave, Genymotion atau Android SDK. Menurut ane sih yang paling ringan yah pake BlueStacks pemirsah, jadinyah kita akan bahas Cara Install WhatsApp Di Komputer (PC) Atau Laptop Dengan BlueStacks.

Sebelum install BlueStacks nyah, kita tengok dulu spesifikasi minimum dari komputer atau laptop kita yah. Punten kalau spek komputer atau laptopnya masih belum mencukupi, ane sarankan agar tidak usah diinstall, sayang kuota pemirsah. Tapi yah baca sih lanjutin aja, kali aja berguna suatu saat nanti.

  • Windows XP : XP Service Pack 3 (SP3), OS diatasnya semakin baik.
  • Windows installer 4.5. (khusus XP)
  • .NET Framework 2.0 SP2 (khusus XP)
  • RAM minimal 2 GB atau lebih. (banyak keluhan yang RAM nya 2GB, disinyalir kapasitas berkurang karena kena sharing VGA on-board)
  • File instalasinya default di drive C:\ dan gak bisa memilih di drive selain C:\
  • Kalau dirasa driver VGA udah gak up to date, silahkan update dulu;)

Kalau speknya dirasa udah cukup, saatnya kita Install BlueStacks nyah pemirsah, Check This Out…!!!

  • Download BlueStacks disini. Klik download XP, Vista, Win 7/8 yang warna hijau di kiri bawah.
  • Langsung install Bluestacks nya. Gak ada pilihan drive, jadi cuman bisa di install di C:\ sajah.
  • Jangan senang dulu, belom selesai soalnya. Klik sortcut di desktop, nanti akan download otomatis file-file yang dibutuhkan. Justru proses ini yang memakan waktu lama, bisa sampe 20 menit sampe 1 jam, tergantung koneksinya.
  • Kalau udah beres, tunggu loading selesai. Kalau loading nya lama klik aja sistem tray yang ada icon BlueStacks nya sebelah pojok kanan dan klik restart. Pas ane sih loading nya bentaran doang koq..
    BlueStacks Loading
  • Nah, beres deh kita nginstall BlueStacks nyah, tinggal install WatsApp nya aja pemirsah.

Untuk menginstall WhatssApp ini sedikit lebih mudah dari menginstall BBM pemirsah, cuman harus woles alias jangan terburu-buru. Ane serius nih pemirsah… Selow aja dan jangan buru-buru…. Tarik jabrik… 😀

  • Jangan download dari market, ane selalu failed pemirsah. Gak tahu kenapa sih, yang jelas WhatsApp.apk nya udah ane siapin di Google Drive, silahkan klik di sini untuk download WhatsApp.apk
  • Setelah download apk nya, silahkan diinstall yah pemirsah, dengan cara double klik pada apk nya. Dengan syarat BlueStacks udah di running alias udah di open, nanti otomatis nginstall sendiri.
  • Eiiitttsss, belom selesai pemirsah, setelah WhatsApp terinstall, kita harus registrasi dulu. Nah ini yang ane maksudkan harus woles dan jangan buru-buru. Soalnya pengalaman ane nih tangan gatel pengen klak-klik terus, nantinya registrasinya pending, parahnya lagi ane sih sampe delay 22 jam. Untungnya masih punya nomer cadangan… 😀Klik Agree...
  • Cara registrasinya pilih negara Indonesia dan masukkan nomer hape pemirsah semuanya. Misalnya nomer hapenya 082116455888, nah berarti yang dimasukkan adalah (+62) otomatis setelah pilih negara Indonesia terus 82116455888, angka 0 gak usah dibawa lagi. 😀

Registarasi-Harus Woles alias Santai

  •  Setelah itu masukkan kode registrasi yang diterima kita lewat sms. Dan tara… ane pun udah bisa ber WhatsApp ria dengan balad-balad D’Gujubar di grup WhatsApp dan temen-temen lainnya sa-alam dunya. Alhamdulillah… 😎Tara... WhatsApp terisntall dengan sempurna di komputer ane
  • Tenang untuk mengganti foto profile gampang koq, tinggal copy foto atau gambar yang mau dijadikan foto profile. Lalu paste di C:\ProgramData\BlueStacks\UserData\SharedFolder
    Ada gak foldernya? Kalau gak ada berarti hidden tuh, klik folder option dan centang view show hidden files.
  • Install ES File Explorer di BlueStack. Lalu cari file yang kita copy tadi di BST shared folder. Klik dan tahan sejenak, lalu copy ke tempat yang diinginkan, folder picture misalnya.
  • Buka WhatsApp-nya, klik foto profile dan pilih replace dan pilih foto yang kita inginkan yang sudah kita copy tadi.
    Ganti foto profile

Alhamdulillah beres juga euy… huft, lumayan rempong juga nih pemirsah sharing ginian. Jadi pemirsah harus nyobain yah sensasi WhatsApp-an di komputer dan yang pasti viewnya lebih lebar dan lebih luas daripada di hape, tapi sayangnya komputer atau laptopnya gak bisa masuk kantong kayak hape…. 😀

SELAMAT MENCOBA, SEMOGA BERHASIL

Indonesia Facts & Figures Snapshot

Indonesia in figures

9GrxIF

Indonesia’s population is projected to grow to 305.6 million by 2035. Indonesia’s universal healthcare coverage program (JKN) has grown exponentially in recent years to cover around 172 million people in 2016. Indonesia spends less on healthcare than many of its regional peers, with only Laos and Myanmar spending a smaller percentage of GDP on healthcare. Total healthcare expenditure as a percentage of GDP is growing in Indonesia, with a forecast of 3.2 percent by 2020.

INDONESIA_GRAPH01

INDONESIA_GRAPH02

INDONESIA_GRAPH04

INDONESIA_GRAPH05

INDONESIA_GRAPH07INDONESIA_GRAPH08INDONESIA_GRAPH13

4 Inovasi Teknologi Di Bidang Pertanian Paling Revolusioner

Pertanian merupakan salah satu sektor yang sangat penting untuk menunjang kehidupan manusia sejak masa pra sejarah hingga saat ini. Begitu juga dengan Indonesia, pertanian tidak bisa dilepaskan dari kehidupan karena Indonesia sampai saat ini masih merupakan negara agraris.

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, para inventor pun menemukan berbagai cara untuk terus mengembangkan pertanian berbasis teknologi mutakhir. Berikut adalah 5 temuan inovatif teknologi pertanian :

1. Drone Sawah

Drone yang biasanya digunakan untuk mengabadikan foto, kini telah beralih fungsi bagi para petani. Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Temanggung Aeromodeling Club (TMGAC) menciptakan drone untuk pertanian.

Drone yang mereka ciptakan itu diberi nama “Hope”. Hope dapat membantu menyemprotkan pestisida di lahan sawah dengan lebih cepat dan efisien. Sawah seluas satu hektare dapat disemprot hanya dalam waktu kurang dari 30 menit. Penggunaan drone sawah ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena operator tidak mudah terpapar cairan pestisida yang berbahaya bagi kesehatan.

2. Plantix, Aplikasi Pemantau Kesehatan Tanaman

plantix

“Tinggal jepret foto tanaman pakai ponsel, penyakitnya langsung ketahuan” itulah kalimat yang cocok untuk penemuan yang satu ini. Bayangkan saja, hanya dengan mengambil gambar bagian sebuah tanaman, kita sudah bisa mengetahui status kesehatan tanaman tersebut. Bianca Kummer, pendiri Plantix, mengatakan hampir setiap jenis penyakit tanaman ada pola visualnya, apakah itu bakteri, virus, kekurangan nutrisi, serangan hama, hingga jamur.

Dengan bantuan bank data dan pembelajaran mesin, algoritma pola-pola tersebut dapat diajarkan pada kecerdasan buatan sehingga penyakit tanaman bisa dideteksi. Namun, bagaimanapun aplikasi ini punya kelemahan. Bianca mengungkap bahwa tingkat keberhasilan Plantix dalam mengenali jenis penyakit tanaman mencapai 80% sampai 90%.

3. Leaf Republic, Piring Daun

leaf republic piring daun

Leaf Republic startup dari Jerman menciptakan piring ramah lingkungan, terbuat dari daun dan dapat bertahan hingga satu tahun. Daun sangat mudah terurai di tanah, serta dapat mengurangi sampah plastic yang selama ini menjadi momok dalam proses penguraian. Umumnya, piring yang digunakan untuk mengemas makanan terbuat dari sterofoam yang sangat sulit terurai jika dibuang.

Hal inilah yang menjadi alasan bagi perusahaan Jerman Leaf Republic untuk menciptakan piring dari daun agar mudah terurai saat dibuang ke tempat sampah. Piring keren ini terbuat dari tiga lapisan daun yang dijahit dan disatukan menggunakan serat kelapa serta kertas daun.

Tidak ada bahan kimia, plastik, ataupun zat aditif yang digunakan dalam proses pembuatannya. Satu hal yang menarik dari piring ini adalah bisa dicuci dan digunakan kembali hingga satu tahun. Bahkan, piring ini aman digunakan dalam microwave. Jika piring ini dibuang, tidak sampai satu bulan akan terurai di tanah karena terbuat dari daun.

4. SproutsIO, Tanaman Pengganti Lampu

Merasa bahwa penghematan energi adalah hal penting untuk dilakukan? Maka sepertinya Anda akan tertarik dengan sebuah penemuan dari MIT yang satu ini. Peneliti dari MIT berhasil menciptakan tanaman bercahaya yang bisa digunakan untuk mengganti fungsi lampu yang kini umum digunakan.

Untuk menghasilkan tanaman yang bercahaya tersebut, tim peneliti MIT menggunakan luciferase, (zat yang memberikan cahaya pada kunang-kunang). Lalu, mereka membuat nanopartikel yang mengandung luciferase, juga luciferin dan coenzyme A, untuk menghasilkan efek yang diinginkan.

Kemudian, tanaman direndam di larutan yang mengandung partikel-partikel tersebut dan mengeksposnya pada tekanan tinggi. Hasilnya, tumbuhan dapat menyinari harimu selama kurang lebih empat jam.

Gambar/Foto Feature: Website SproutsIO (edit)