Menyelamatkan Kerbau Belang, Berarti Ikut Menyelamatkan Budaya Bangsa

Gambar

Upaya meningkatkan efisiensi reproduksi ternak kerbau dapat dilakukan melalui kawin tepat waktu baik secara alami maupun Inseminasi Buatan (IB). Saat-saat birahi inilah yang perlu diketahui para peternak agar dapat memperpendek jarak beranak, dari yang biasanya antara 20-24 bulan menjadi 14-16 bulan. Akibat jarak beranak yang panjang tersebut menyebabkan peningkatan populasi ternak kerbau menjadi terhambat. Bila dikaitkan dengan kegiatan ritual kebiasaan masyarakat Tana Toraja, jumlah pemotongan kerbau belang dewasa yang mempunyai nilai jual 150 juta mencapai 50-60 ekor per tahun, padahal kelahirannya hanya 10-20 ekor per tahun, menyebabkan populasi kerbau belang menjadi berkurang.

Kerbau Belang (Bubalus bubalis) adalah binatang paling penting bagi orang Toraja, salah satu etnis Pulau Sulawesi. Bagi etnis Toraja, khususnya  Toraja Sa’adan, kerbau adalah binatang  yang paling penting dalam kehidupan sosial mereka. Kerbau atau dalam bahasa setempat tedong atau karembau tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat.  Selain sebagai hewan untuk memenuhi kebutuhan hidup sosial, ritual maupun kepercayaan tradisional. Kerbau juga menjadi alat takaran status sosial dan alat transaksi.

Karena kerbau memiliki efisiensi reproduksi yang rendah disebabkan karena pubertas terlambat, tanda-tanda berahi kurang jelas dan angka kebuntingan rendah, sehingga perlu mencermati kapan masa berahi kerbau itu mucul agar dapat dilakukan perkawinan secara tepat waktu. Selain itu untuk mempertahankan eksistensinya kerbau belang untuk mendukung dan menyelamatkan budaya masyarakat Tana Toraja, maupun meningkatkan produktivitas kerbau kalang  Kalimantan Timur sebagai penunjang swasembada daging, perlu dipertimbangkan dengan memperpendek jarak beranak maupun dengan melakukan IB.

Hayoo kawan-kawan insan peternakan, ini salah satu pekerjaan rumah yg cukup urgent buat kita.

luv u mom’s

Seorang anak bertanya kepada Ibunya:

“Ibu temanku membiarkan nyamuk menggigit tangannya sampai kenyang supaya tidak menggigit anaknya. Apakah Ibu juga lakukan hal yang sama?”

Sang Ibu tertawa “Tidak. Tapi Ibu akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam, supaya tidak sempat menggigit siapapun”

“Oh iya. Kubaca tentang seorang Ibu yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan kenyang. Akankah Ibu lakukan hal yang sama?”, si anak kembali bertanya.

Dengan tegas Ibunya menjawab “Ibu akan bekerja keras agar kita semua bisa makan kenyang, dan kamu tidak harus sulit menelan karena melihat ibumu menahan lapar”.

Sang anak tersenyum…

“Aku bisa selalu bersandar padamu Ibu”.

Sambil memeluknya si Ibu berkata “Tidak Nak!. Tapi Ibu akan mengajarmu berdiri kokoh di atas kakimu sendiri, agar kau tidak harus jatuh tersungkur ketika suatu saat nanti Ibu harus pergi meninggalkanmu”.

Analisa Supply Demand Daging Sapi

  1. Harga Daging Sapi Internasional (Amerika Serikat)

Harga daging sapi di luar negeri cenderung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data United States Departement of Agriculture Economic Research Service (USDA-ERS) selama periode tahun 2000 sampai dengan 2012, harga daging sapi internasional mengalami kenaikan sebesar 51,5 persen dengan rata-rata kenaikan per tahun sebesar 4,3 persen. Jika diamati pola perkembangannya, harga daging sapi internasional mengalami lonjakan yang relatif tinggi terjadi pada tahun 2003, kemudian tahun 2008 dan tahun 2011.

Selama tahun 2003, harga daging sapi mengalami kenaikan sebesar 23,6 persen, dengan harga pada awal tahun 2003 sebesar US$6,79/kg dan akhir tahun mencapai US$8,49/kg. Kenaikan harga daging sapi internasional tahun 2003 seiring dengan ditemukan pertama kalinya kasus penyakit sapi gila (Mad Cow) di Amerika Serikat.

Meat Price, Sumber : United States Departement of Agriculture Economic Research Service (USDA-ERS)

Setelah mengalami kenaikan yang relatif tinggi pada tahun 2003, harga daging sapi internasional kembali naik pada tahun 2008, dengan tingkat kenaikan selama tahun tersebut sebesar 6,3 persen dan selama tahun 2011 harga daging sapi international mengalami kenaikan sebesar 12,4 persen. Pada awal tahun 2012 harga daging sapi internasional mencapai US$10,2/kg dan pada bulan September 2012 sedikit turun menjadi US$9,89/kg.

2. Harga Daging Sapi Produksi Dalam Negeri

Harga daging sapi dalam negeri dari tahun ke tahun menunjukkan trend naik. Hal ini terlihat dari harga daging selama sepuluh tahun terakhir yang selalu naik setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, rata-rata kenaikan harga daging sapi per tahun mencapai 9,0 persen. Dengan kenaikan harga tertinggi terjadi pada tahun 2008 yang mencapai 14,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu dari Rp 50.036/kg menjadi Rp 57.259/kg. Harga daging sapi (periode tahun 2003-2012) mengalami gejolak harga dengan koefisien variasi sebesar 27,3 persen.

Rata-Rata Harga Daging Sapi Nasional, Kemendag

Secara nasional, situasi harga daging sapi pada tahun 2012 (sampai dengan bulan September 2012) berangsur-angsur naik dari awal Januari dan mulai mengalami lonjakan pada Juli 2012 (menjelang puasa), yaitu mencapai 3,36 persen dari Rp 74.393/kg menjadi Rp 76.895/kg dan Agustus 2012 naik 3.78 persen dari Rp 76.895/kg menjadi Rp 79.800/kg.

 3. Perkembangan Harga Daging Sapi di Beberapa Daerah Sentra Produksi

 Berdasarkan pemantauan di beberapa daerah sentra produksi,terjadi fluktuasi harga daging sapi tingkat konsumen antar waktu dan antar provinsi. Fluktuasi harga terbesar antar waktu terjadi pada tahun 2012. Sementara itu juga terdapat fluktuasi harga antar wilayah atau provinsi di Indonesia. Harga daging sapi tertinggi terjadi di Provinsi Aceh dan terendah terjadi di Nusa Tenggara Timur.

Tingginya harga daging sapi di Provinsi Aceh disebabkan oleh adanya tradisi meugang yang sudah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Aceh untuk membeli daging bagi keluarganya menyambut Ramadhan. Daging sapi disajikan sebagai lauk utama, sehari sebelum Ramadhan tiba atau Hari Raya. Tak peduli kaya atau miskin,  setiap kepala keluarga harus berusaha membeli minimal  satu atau dua kilo daging untuk keluarganya.  Bagi keluarga mampu, bahkan akan membeli sampai lima kilo untuk dihabiskan selama bulan Ramadhan sebagai menu sahur.

Kenaikan harga daging sapi signifikan terjadi pada waktu/periode Hari Besar Keagamaan nasional (HBKN). Setidaknya selama empat tahun terakhir, harga daging sapi tertinggi terjadi disaat HBKN, yaitu menjelang puasa hingga Idul Adha. Hal ini dikarenakan permintaan yang tinggi dari efek psikologis konsumen yang cenderung membeli daging lebih banyak pada periode tersebut serta adanya ekspektasi dan perilaku pedagang yang cenderung meningkatkan harga secara tidak wajar. Pada tahun 2009, harga daging sapi tertinggi terjadi pada saat menjelang lebaran hingga lebaran dan tahun 2010, harga daging sapi tertinggi terjadi pada saat menjelang Idul Adha. Tahun 2011, harga daging sapi tertinggi terjadi pada saat Bulan Puasa. Sementara itu, harga daging sapi untuk tahun 2012 terus merangkak naik dari awal tahun hingga lebaran dan tetap berada pada posisi tinggi setelah lebaran sehingga diperkirakan menjelang Idul Adha harga daging sapi naik mencapai Rp 110.000/kg-Rp 120.000/kg.

4.  Produksi Daging Sapi Nasional

Produksi daging sapi di Indonesia selama dua belas tahun terakhir cenderung naik dengan kenaikan sebesar 37 persen, yakni dari 339.941 ton menjadi 465.823 ton. Rata-rata kenaikan produksi per tahun sebesar 3,6 persen dengan kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2004, yakni sebesar 21,06 persen dengan total produksi sebesar 447.573 ton. Pada tahun 2011, produksi sapi nasional mencapai 465.823 ton  atau naik 6,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya. pada tahun 2012 diperkirakan total produksi daging sapi nasional sebesar 516.950  ton atau diperkirakan naik 5,32 persen dibandingkan tahun 2011.

Perkembangan Produksi Daging Sapi di Indonesia Tahun 2000-2012*

Produksi daging sapi di Indonesia beberapa tahun terakhir masih tetap bersumber utama dari tiga provinsi yakni, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. Provinsi Jawa Timur merupakan produsen daging sapi terbesar yang nilai produksinya di tahun 2011  mencapai sekitar 4,73 juta ekor, selanjutnya diikuti oleh Jawa Tengah dengan 1,94 juta ekor dan berikutnya Sulawesi Selatan dengan 983 ribu ekor.

 5Impor Daging Sapi

Ketidakmampuan produksi nasional dalam mencukupi kebutuhan daging sapi di Indonesia mengakibatkan pemerintah sampai saat ini masih melakukan impor daging sapi dari beberapa negara penghasil sapi antara lain Australia, dan Selandia Baru. Selama kurun 2004-2011, impor daging sapi mengalami kenaikan sebesar 99 persen dengan rata-rata per tahun sebesar 14,16 persen. Kenaikan impor tertinggi terjadi pada tahun 2008,

Perkembangan Impor Daging Sapi

Pada tahun 2010, impor daging sapi sekitar 299.090 yang terdiri dari 209 ribu ton sapi bakalan dan 90 ribu ton daging sapi. Sementara itu pada tahun 2011, impor daging sapi turun 38 persen menjadi sekitar 184 ribu ton yang terdiri dari 118 ribu ton sapi bakalan dan 65 ribu ton daging sapi. Pengurangan kuota impor terkait dengan upaya pemerintah mensukseskan swasembada daging sapi di tahun 2014.

HARGA DAGING DI INDONESIA TERMAHAL DIDUNIA

Siapa sangka, di balik minimnya pasokan daging nasional, ternyata menyimpan sesuatu yang bernilai. Paling tidak, hal itu diketahui ketika harga daging sapi di Indonesia kini mencapai 10 dolar (sekitar Rp 100 ribu). Padahal, jika dibandingkan dengan negara lain, harganya masih berkisar 5-6 dolar.

“Kita impor daging saja bisa dijual 6,5 Dolar,”  Direktur Eksekutif Asosiasi Pengimpor Daging Sapi Indonesia (ASPIDI) Thomas Simbiring.

 Kenaikan harga daging di Indonesia disebabkan karena kurangnya pasokan daging. Thomas mengatakan sangat sulit memperkirakan konsumsi daging karena sangat dinamis. Konsumsi daging, kata dia, akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Belum ada sejarah harga daging bertahan (tinggi) sejak lima bulan terakhir,” katanya

Harga daging sudah mulai naik sejak bulan Oktober. Biasanya, setelah hari raya, harga daging kembali normal. Namun, harga daging tahun ini stabil di level sekitar Rp 100 ribu. Normalnya, harga daging di kisaran Rp 70 ribu.

Allah SWT akan menolong seorang hamba selama ia mau menolong sesama. Try To Look At the Bright Side. Teposeliro sifate satrio, Nelongso sing dhadhi gegondelaning roso, Prihatin dhalaning mukti utomo