Batu Kecil

batu-koral

Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.
Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.
Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu
lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang kedua pun memperoleh hasil yang sama. Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas? Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.
Allah kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Seringkali Alloh melimpahi kita dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya. Karena itu, agar kita selalu mengingat
kepadaNya, Allah sering menjatuhkan “batu kecil” kepada kita.

Allah Said…

If you never felt pain,
Then how would you know that I’m a Healer?
If you never went through difficulties,
Then how would you know that I’m a Deliverer?
If you never had a trial,
Then how could you call yourself an overcomer?
If you never felt sadness,
Then how would you know that I’m a Comforter?
If you never made a mistake,
Then how would you know that I’m forgiving?
If you knew all,
Then how would you know that I will answer your questions?
If you were never in trouble,
Then how would know that I will come to your rescue?
If you were never broken,
Then how would know that I can make you whole?
If you never had a problem,
Then how would you know that I can solve them?
If I gave you all the things,
Then how would you appreciate them?
If I never corrected you,
Then how would you know that I love you?
If you had all the power,
Then how would you learn to depend on me?
If your life was perfect,
Then what how would u know,
THE REAL YOU!!!

Books

本のような人間。フロントカバーは、出生の日です。裏表紙は、死の日です。

これらの各ページは、私たちの生活と私たちは何の日です。
厚いと薄い本がある本があります。

一度書かれた、それが完了するまで停止することはありません。驚くべきことに、すべての染色せずに、白、きれい、新しい、常に利用可能ですが、良いか、以前のページのように悪い次のページなど。

私たちの生活と同じ。他の日として良い/悪いように、神は常に私たちの新しい一日を提供します。神は常に私達に右の何かをする機会を与え、誰が私たちの生活のために毎日をお勧めします。神は常に間違いを修正し、神によって設定されているストーリーラインを継続する機会を与えてくれます。

ページをお楽しみいただき、私たちの生活DG正しいことを記入し、より良い、常に尋ねると毎日神に依存する。私たちは知恵のインク愛をこめて私たちの本やペンのページを書いてみましょう。うまくいけば、時間によって、私たちは個人的に神の前に喜ばすることができ、将来の最後のページを書いた。うまくいけば、あまりにも、本は読むことができ、それらは次の世代が続きます。

WAWANCARA DENGAN EMPAT MAYAT

Gambar

Wartawan di rumah sakit mewawancarai 4 mayat
Sebelum kerumah keluarga jenazah itu diangkat

Wartawan itu memegangi kertas status pasien yang sudah jadi pasien itu

Dia bertanya pada mayat yang Satu
Bapak mati karena kangker paru-paru?
“Bukan saya mati karena penyakit rokok”

Dia bertanya pada mayat yang kedua
Bapak mati karena serangan stroke?
“Bukan saya mati karena penyakit rokok”

tanyanya pada yang ketiga, mayat seorang wanita
Ibu mati karena Agina Pectoris?
“Bukan saya mati karena penyakit rokok”

dia bertanya pada yang terakhir, masih muda dia mayat keempat
kamu mati karena serangan jantung mendadak?
“bukan saya mati karena penyakit rokok”

kemudian wartawan itu menulis di tabloidnya, yang terbit pada keesokan harinya

disebuah rumah sakit, menurut pengakuan empat mayat
mereka mati
bukan karena kangker paru-paru, bukan karena jantung koroner, agina pectoris atau stroke
tetapi karena penyakit rokok

keesokannya semua maskapai rokok
membantah wawancara dengan empat mayat itu!!!
Sebuah jumpa pers dilangsungkan di sebuah Hotel Berbintang 5
Diseberang Departemen Kesehatan, di kuningan, Ibukota Indonesia

Kepala Public Relations gabungan
Didepan media masa memberi pernyataan

“WAWANCARA ITU TIDAK ILMIAH”
TIDAK ADA PENYAKIT ROKOK!!
ROKOK TIDAK BERSALAH
TEMBAKAU TIDAK BERDOSA
KENAPA ROKOK DILIBAT’KAN
SEKALI LAGI TIDAK ADA PENYAKIT ROKOK
TIDAK ADA!!!!!!
INI SEMUA TIDAK FAIR
LAGI PULA MANA ADA MAYAT BISA BICARA???

By. Taufik Ismail

All About Love…

Gambar

Aku bertanya pada semua tentang arti “CINTA”, lalu…
Bumi menjawab:
“CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Pikir Cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.”
Air menjawab:
“CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan.”
Api menjawab:
“CINTA adalah panas yang membakar segala, ia memusnahkan untuk dapat hidup dan menyala. Demi merasakannya, makhluk rela terbakar dalam amarah dan kedurhakaan.”
Angin menjawab:
“CINTA adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya. Orang bilang ia buta, sebab itu inginnya. Ia tak terlihat, tapi tanpanya segala raga akan hampa.”
Langit menjawab:
“CINTA adalah luasan tanpa batas. Luasnya tiada makhluk yang tahu. Kecuali bahwa cinta itu bahagia yang biru, atau derita kelam yang kelabu.”
Matahari menjawab:
“CINTA adalah hidup untuk memberi energi kehidupan dan cahaya harapan. Ia tak akan lelah memberi sampai ia padam dan mati.”
Pohon menjawab:
“CINTA adalah akar yang menopang segalanya. Ia tulus hingga tak perlu terlihat dan dikenal. Tapi ia terus memberi agar batang bahagia tetap kokoh abadi, berbuah dan berbunga indah.”
Gunung menjawab:
CINTA adalah rasa yang menjulang tinggi. Rasa itu demikian tenang dan menyejukkan. Namun saat gundah, Ia akan meleburkan sekelilingnya dengan lautan lava cemburu yang membara.”
Lalu, Aku bertanya pada CINTA:
“Wahai CINTA, apakah sebenarnya arti dirimu??”
CINTA menjawab:
CINTA adalah engkau patuh terhadap-Nya, meski kau tak melihat-Nya. Engkau tidak mencium-Nya atau meraba-Nya, tapi engkau patuh karena engkau merasa akan hadir-Nya. Sebab CINTA bukan indera, tapi adalah rasa.”
CINTA adalah engkau takut akan amarah-Nya, dan takut jika Ia meninggalkanmu. Takut jika Ia tak menyukaimu lagi. Lalu engkau mencari-cari alasan untuk selalu dekat dengannya, bahkan jika engkau harus menderita, atau yang lebih mengerikan dari itu.”
CINTA adalah engkau menyimpan segala harapan pada-Nya dan tidak pada yang lain. Engkau tidak mendua dalam harapan, dan demikian selamanya. Cinta adalah engkau setia menjadi budak-Nya, yang engkau hidup untuk-Nya dan mati untuk kesukaan-Nya akan dirimu, hidup dan mati untuk Dia. Engkau berusaha sekerasnya agar engkau diakui, hanya sebagai budak, sebagai hamba.”
“Diatas segalanya, CINTA adalah engkau merasa kasih sayang yang tunggal yang tidak engkau berikan pada yang lain, selain pada-Nya. Engkau rindu akan hadir-Nya dan melihat-Nya. Engkau suka apa yang Ia sukai dan benci apa yang Ia benci, engkau merasakan segala ada pada-Nya dan segala atas nama-Nya.”
Aku lantas bertanya pada CINTA:
“Bagaimana jika aku tidak merasakan hal-hal demikian??”
CINTA tak dapat mengeluarkan suara untuk menjawab, tetapi berlalu pergi. Aku tak dapat membaca gerakan terakhir bibirnya sebelum berlalu,
CINTA berkata “…………………!!!”

Ternak Sehat, Negara Kuat

Gambar

Slogan ‘Ternak Sehat, Negara Kuat’ tidak hanya berguna untuk kita di Indonesia, akan tetapi sesungguhnya sudah dianut oleh semua bangsa maju di dunia. Oleh mereka yang telah memahami dan menyadari tentang pentingnya arti, peran, dan fungsi bahan pangan hewani (daging, susu, dan telur) terutama berkaitan dengan strategi mencerdaskan kehidupan bangsa. Mungkin karena kesadaran inilah maka hampir semua negara maju seperti misalnya Amerika, Australia, Jepang, dan New Zaeland telah menempatkan ternak sebagai bagian yang terpenting dalam membangun ekonomi dan politik negaranya. Bagaimana dengan Indonesia, negara kita?

Patutlah diyakini bahwa sebagai insan peternakan, kita sudah mulai sadar bahwa betapa pentingnya arti ternak terutama ternak potong (pedaging) dalam membangun kehidupan ekonomi, politik, pendidikan, dan ketahanan pangan nasional.

“Pemenuhan kecukupan penyediaan dan konsumsi daging, bukan saja berkaitan langsung dengan ketahanan pangan akan tetapi sudah merambah ke arena perpolitikan bangsa,” menjadi bukti nyata tentang tekad bangsa ini yang ingin berdikari dalam penyediaan daging untuk masyarakatnya. Namun demikian, usaha ke arah tersebut masih penuh dengan kendala dan rintangan. Tantangan tersebut tidak untuk dihindari, namun harus dihadapi untuk dicarikan penyelesainnya.

Perlu tekad yang kuat untuk mewujudkan cita-cita yang akan mampu memperkuat negara tersebut. Semoga !

Apa Peran Peternakan dalam Wujudkan Indonesia Mandiri Pangan?

Gambar

Saat ini 20 % dari APBN Indonesia habis dialokasikan untuk permasalahan energi (subsidi BBM) yang justru banyak dinikmati oleh masyarakat menengah ke atas. Padahal, sebanyak 40 % masyarakat Indonesia yang bekerja sebagai petani dan peternak dengan segudang permasalahan mulai dari infrastruktur hingga lahan, semakin terpinggirka
n. Munculnya kelas ekonomi baru dengan perilaku ekonomi yang baru, menggeser gaya hidup masyarakat yang memberikan peluang besar terhadap sektor agibisnis Indonesa.

Intervensi pemerintah yang mengutamakan impor untuk mewujudkan ketahanan pangan, justru mengancam eksistensi peternak lokal dan praktisi agribisnis domestik. Lalu sebenarnya bagaimanakah proyeksi ekonomi Indonesia, prospek peternakan dan agribisnis Indonesia pada tahun 2013 menuju ketahanan pangan dengan kondisi pertanian seperti saat ini ?

DI Jakarta, pada tanggal 5 Desember 2012 lalu, pengusaha peternakan dan agribisnis Indonesia berkumpul untuk mendiskusikan kondisi agribisnis saat ini dan peluang agribisnis pada tahun 2013. Seminar “Agribusssiness Outlook 2013” ini diadakan oleh tabloid Agrina dengan menghadirkan Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin (pengamat agribisnis Indonesia), Dr.Ir. Fadel Muhammad (Ketua Umum Masyarakat Agribisnis Indonesia), Prof.Dr.Ir. Rokhmin Dahuri, M.S. (Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia), Dr. Aviliani, S.E., M.Si (Sekjen Dewan Ekonomi Nasional), Anton. J, Supit (Ketua Umum Gabungan Perusahaan Perunggasan Indonesia), Ir. Achmad Manggabarani (Ketua Forum Pengembangan Perkebunan Strategis Berkelanjutan), dan Glenn Pardede (Ketua Umum Asosiasi Bunga Indonesia).

Hingga saat ini, ketahanan pangan direduksi hanya pada kecukupan stok beras nasional. Padahal pangan merupakan hal yang kompleks dan mencakup kelompok industri pimer, kelompok industri pangan pokok, kelompok industri hortikultura, dan kelompok industri basis peternakan. Kinerja pemerintah di sektor pangan pada pemerintahan SBY, juga tidak menguntungkan pasar dalam negri karena mengutamakan impor pangan.

Pada tahun 2012 diperkirakan impor beras mencapai 400.000 ton, impor kedelai mencapai 2-2,5 juta ton, dan impor jagung sebesar 1,5 juta ton -yang kebanyakan untuk bahan baku pakan ternak. Lambannya pertumbuhan produksi dunia jika dibandingkan dengan pertumbuhan konsumsi mengancam ketahanan pangan global. Perubahan iklim global yang mengakibatkan kekeringan di negara-negara besar produsen pangan seperti Amerika Serikat, Australia, dan Rusia, serta anomali cuaca yang relatif basah di Brasil mengakibatkan liarnya harga pangan dan produk pertanian global.

Oleh karena itu kemandirian pangan menjadi sebuah keharusan untuk menjamin ketahanan pangan nasional di masa mendatang. Pemerintah harus menyusun politik pangan nasional dengan mengutamakan produksi dalam negri. Intervensi pemerintah yang tepat dan insentif bagi petani juga harus ditingkatkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dalam negri.

Carut marutnya wajah peternakan, pertanian dan pangan Indonesia, ternyata masih berpotensi untuk berkembang pada tahun 2013. Saat ini, negara-negara maju mengalami perlambatan perekonomian. Jepang dan Cina mengalami permasalahan ekonomi karena 70 % pendapatan berasal dari ekspor. Pasar dunia yang sedang krisis dan banyaknya negara yang memproteksi pasar dalam negri tentu saja kurang menguntungkan bagi dua negara ini karena mengurangi pendapatan nasional.

Sedangkan pembelian dalam negri sangat sedikit akibat perilaku ekonomi kelas menengah di kedua negara ini lebih mengutamakan investasi daripada konsumsi. Hal ini berbeda dengan perekonomian Indonesia yang justru akan tumbuh antara 6-6,6 % pada tahun 2013 yang ditentukan oleh investasi. Indonesia juga mempunyai indeks kepercayaan konsumen ketiga tertinggi di dunia sehingga pembelian dalam negeri akan terjamin.

Perubahan perilaku ekonomi masyarakat kelas menengah ke arah gaya hidup herbal dan organik tentu akan memberikan angin segar bagi perkembangan sektor agribisnis. Indonesia mampu untuk menjadi satu-satunya pengekspor pangan dunia di masa yang akan datang. Siapkah produk-produk hasil peternakan mengantisipasi perubahan perilaku konsumen yang seperti itu?

Masih Minim, Jumlah Standar Kompetensi Bidang Keahlian Peternakan

student_02

Kampus. Globalisasi kompetensi menuntut persaingan kualitas dan profesionalisme tenaga kerja, pasar kerja termasuk di bidang peternakan. Sistem pengembangan kompetensi dan sertifikasi Indonesia di sektor peternakan agaknya belum siap. Hal itu tercermin dari terbatasnya SKKNI dan lembaga diklat. Terlebih kompetensi kerja dan sertifikasi SDM peternakan di Indonesia belum memiliki ketentuan baku.

Sampai tahun 2012, BP2SDMP, Kementerian Pertanian RI sudah menghasilkan 16 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), antara lain SKKNI penyuluh pertanian, Pengawasa Mutu pakan, Reproduksi Ternak Ruminansia Besar, dan Paramedik veteriner.

Peran Lembaga Sertifikasi Profesi kementerian pertanian antara lain adalah memfasilitasi pembentukan LSP, bimbingan teknis asesor kompetensi dan asesor lisensi, melakukan kerjasama dengan instansi organisasi profesi bidang peternakan.Instrument sistem sertifikasi profesi antara lain adalah SKKNI, LSP, LDP, TUK, MUK, dan perangkat pendukung lainnya.

AINI sebagai persatuan profesi Nutrisi dan Pakan yang akan membentuk LSP, harus menyiapkan SKKNI bidang-bidang ahli nutrisi dan pakan. BP2SDMP dalam hal ini, siap memfasilitasi bimbingan teknis pengelola dan asesor uji kompetensi serta memfasilitasi penyiapan-penyiapan persyaratan yang sesuai dengan ketentuan di BNSP.

sumber: http://www.livestockreview.com

Allah SWT akan menolong seorang hamba selama ia mau menolong sesama. Try To Look At the Bright Side. Teposeliro sifate satrio, Nelongso sing dhadhi gegondelaning roso, Prihatin dhalaning mukti utomo