Makna Tanduk Kerbau di Depan Rumah Adat Tongkonan

tanduk-kerbau-toraja

BERKUNJUNG ke Toraja, Anda pasti akan disuguhkan pemandangan indah rumah adatnya. Setelah diperhatikan dengan saksama, di bagian depan rumah ada tanduk kerbau berjajar. Apa artinya?

Ada ciri lain yang menonjol, yaitu kepala kerbau menempel di depan rumah dan tanduk-tanduk kerbau pada tiang utama di depan setiap rumah orang Toraja. Jumlah tanduk kepala kerbau tersebut berbaris dari atas ke bawah dan menunjukkan tingginya derajat keluarga yang mendiami rumah tersebut.

Di sisi kiri rumah yang menghadap ke arah barat, dipasang rahang kerbau yang pernah disembelih. Di sisi kanan yang menghadap ke arah timur dipasang rahang babi.

intip-tarian-kematian-di-toraja-yang-bisa-jadi-daya-tarik-wisata-zBihJjWkOA

Ornamen tanduk kerbau di depan tongkonan melambangkan kemampuan ekonomi sang pemilik rumah saat upacara penguburan anggota keluarganya. Setiap upacara adat di Toraja, seperti pemakaman akan mengorbankan kerbau dalam jumlah yang banyak.

 

Tanduk kerbau kemudian dipasang pada tongkonan milik keluarga bersangkutan. Semakin banyak tanduk yang terpasang di depan tongkonan, semakin tinggi pula status sosial keluarga pemilik rumah tongkonan tersebut.

Semakin_banyaknya_tanduk_kerbau_yang_dipajang_di_halaman_depan_tongkonan,_si_pemiliki_tongkonan_akan_semakin_dihormati_(2)

Umumnya, tanduk kerbau yang ada pada tongkonan ini akan bertahan lama hingga ratusan tahun lamanya. Dan selalu menjadi daya tarik wisatawan yang datang karena bentuknya yang dijajarkan ke atas.

Tongkonan

Sumber : TTY https://lifestyle.okezone.com

Advertisements

Phenotype kerbau (performance, bentuk tanduk, warna kulit) dimata masyarakat Toraja

Kerbau merupakan binatang paling penting dalam kehidupan sosial etnis Toraja dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kerbau yang dalam bahasa setempat disebut tedong atau karambau sebagai hewan untuk memenuhi kebutuhan hidup sosial, ritual maupun kepercayaan tradisional, kerbau juga menjadi alat takaran status sosial, dan alat transaksi. Dibandingkan dengan hewan lainnya seperti babi atau ayam yang juga penting bagi orang Toraja, kerbau jauh lebih besar nilai sosialnya. Baik dalam usaha pertanian maupun ritual budaya, kerbau menjadi alat transaksi dalam jual-beli tanah, kerbau juga terutama menjadi hewan korban pada pesta rambu tuka’ maupun rambu solo’.

Tak heran jika harga kerbau di Toraja begitu fantastis tak seperti di daerah lain harga kerbau hanya kisaran jutaan sampai belasan juta. Kalau di Toraja harga seekor kerbau puluhan juta bahkan sampai ratusan juta untuk kerbau kerbau tertentu. Untuk mengadakan sebuah upacara pemakaman bangsawan tingkat tertinggi (sapu randanan) ada syarat syarat tertentu untuk kerbau yang akan digunakan baik dilihat dari tanduk, warna kerbau .

Adu kerbau pada pesta-pesta kematian merupakan daya tarik dan hiburan bagi masyarakat dan wisatawan mancanegara bahkan sampai ada komunitas ma’pasilaga tedong (adu kerbau).

Gimana sih cara menakar Nilai kerbau versi Toraja ?

Untuk menakar nilai kerbau nampaknya sudah dipakai turun temurun sejak jaman nenek moyang orang Toraja menilai kerbau dari ukuran tanduk, bentuk tanduk, warna kulit, dan postur, serta tanda-tanda di badan. Mutu kerbau dapat dilihat dalam cara orang Toraja sendiri mengelompokkan kerbau berdasar jenis yang mereka kenal.

Salah satu bukti demikian pentingnya kerbau dalam kebudayaan orang Toraja adalah dengan adanya sejumlah kategori dari berbagai macam jenis kerbau.

  1. Ukuran Tanduk

Tanduk kerbau menentukan nilainya. Namun, peran tanduk bagi kerbau jantan lebih penting dibandingkan pada kerbau betina. Biasanya ukuran dan bentuk tanduk kerbau betina tidak terlalu diperhitungkan. Tidaklah demikian dengan kerbau jantan. Tanduk kerbau menjadi alat dekoratif yang bermakna dalam masyarakat. Di rumah-rumah tongkonan tanduk kerbau disusun di depan rumah, sebagai simbol status seseorang atau tongkonan.

Nilai satu kerbau ditentukan oleh ukuran panjang tanduknya. Semakin panjang maka semakin berharga. Harga otomatis akan turun bila terdapat cacat pada tanduknya, atau bentuknya tidak proporsional dengan badan kerbau. Ukuran ini dipakai dalam transaksi yang memakai kerbau.

Umumnya, kerbau dipakai sebagai alat pembayaran dalam transaksi jual beli tanah sawah atau kebun, gadai dan dalam pesta kematian. Sebagai alat ukur, orang Toraja memakai ukuran anggota badan,( tangan).

Adapun ukuran tanduk versi Toraja adalah sebagai berikut :

  1. sang lampa taruno, artinya ukurannya sama dengan panjang ruas ujung jari tengah orang dewasa.
  2. duang lampa taruno, artinya ukurannya sama dengan panjang dua ruas jari tengah orang dewasa.
  3. sang rakka’, artinya ukurannya sama dengan panjang satu jari tengah orang dewasa.
  4. limbong pala’, artinya ukurannya sama dengan panjang setengah telapak tangan orang dewasa.
  5. sang kumabe’, artinya ukurannya sama dengan panjang telapak tangan orang dewasa.
  6. sang lengo, artinya ukurannya sama dengan panjang ujung jari hingga pergelangan tangan orang dewasa.
  7. sang pala’, artinya ukurannya sama dengan panjang pergelangan tangan ditambah empat jari.
  8. sang bussukan ponto, artinya ukurannya sama dengan panjang pergelangan tangan ditambah setengah lengan tangan orang dewasa.
  9. alla’ tarin, artinya ukurannya sama dengan panjang hingga di atas siku
  10. inanna, artinya ukurannya melewati siku.

2. Bentuk Tanduk

Bentuk tanduk juga mempunyai arti penting dalam memberi nilai pada kerbau. Orang Toraja membedakan bentuk tanduk sebagai berikut:

1. Tanduk tarangga yaitu tanduk yang keluar dan membentuk setengah lingkaran. Jenis ini sangat umum di Toraja. Untuk kerbau jantan, jenis ini sangat kuat dalam adu kerbau.

Tedong tanduk tarangga

2. Tanduk pampang yaitu tanduk yang keluar melebar dan cenderung panjang. Tanduk jenis ini biasanya terbentuk dari kerbau balian. Kerbau jantan yang dikebiri untuk memperindah tanduk.

Tedong tanduk pampang

3. Tanduk sikki’ yaitu tanduk yang arahnya hampir sama dengan tarangga namun cenderung merapat bahkan ujungnya nyaris bertemu.

Tedong tanduk sikki'

4. Tanduk sokko yaitu tanduk yang arahnya turun ke bawah dan hampir bertemu di bawah leher. Dengan warna tertentu nilainya menjadi sangat mahal.

Tedong sokko

4. Tekken Langi’ yakni tanduk yang mengarah secara berlawanan arah, satu ke bawah dan satu ke atas.

Tedong tekken langi

3. Warna Kulit

Selain bentuk dan ukuran tanduk, kesempurnaan seekor kerbau ditentukan oleh warnanya. Secara garis besar, masyarakat Toraja mengenal tiga kategori warna berikut variasinya: bonga, pudu’, dan sambao’. Dari tiga kategori ini masih terdapat variasi warna. Yang pertama mempunyai nilai relatif mahal, menyusul kedua dan ketiga.

(1) Bonga

Bonga adalah kerbau yang berwarna kombinasi hitam dan putih, diangap paling cantik, harganya puluhan sampai ratusan juta. Kelahiran kerbau belang bagi pemiliknya merupakan suatu berkah. Upaya untuk perkawinan silang pun jarang sekali berhasil. Jadi kelahiran bonga sangat kebetulan. Satu kerbau bonga biasanya dinilai antara 10 hingga 20 kerbau hitam. Bonga memiliki beberapa variasi dari segi kombinasi warna dan tanda-tandanya.

a. Bonga saleko atau bonga doti adalah jenis yang warna hitam dan putih hampir seimbang, dan ditandai dengan taburan bintik-bintik di sekujur tubuhnya. Harga bonga Saleko bisa mencapai ratusan juta.

Tedong bonga salekob. Bonga ulu adalah jenis yang warna putih hanya di kepalanya, sedang bagian leher dan badan berwarna hitam.

Tedong  bonga ulu

c. Bonga lotong boko’ adalah jenis bonga yang terdapat warna hitam di punggung.

Tedong lotong boko'

d. Bonga bulan, adalah jenis bonga yang seluruh badannya berwana putih. Jenis ini lebih murah harganya dibanding pudu’ yang mencapai 20 juta rupiah.

Tedong bulan

e. Bonga sori, adalah jenis bonga yang warna putih hanya dikepala bagian mata. Jenis ini harganya jauh lebih murah lagi.

f. Bonga sanga’daran adalah jenis yang di bagian mulutnya dinominasi warna hitam.

g. Bonga Randan dali’ adalah jenis bonga yang alis matanya berwarna hitam.

h. Bonga Takinan Gayang, adalah jenis yang di punggungnya ada warna hitam menyerupai parang panjang.

(2) Pudu’

Pudu’ umumnya berbadan kekar dan warna hitam. Kerbau jenis ini sangat kuat dalam bertarung. Pada acara adu kerbau pada pesta kematian, kerbau puduk umumnya tampil sebagai petarung yang kuat. Harganya biasanya setengah dari harga bonga.

a. Balian adalah kerbau hitam yang dikebiri untuk membentuk tanduk yang modelnya proporsional serta semakin panjang. Makin baik dan panjang tanduknya semakin mahal. Balian yang bagus bisa dihargai 50 jutaan rupiah.

Tedong balian

b. Pudu’ adalah kerbau yang sangat hitam, dan paling banyak populasinya di Toraja. Harganya bisa mencapai setengah harga saleko.

Tedong pudu'

c. Todi’ adalah kerbau hitam dengan warna putih di atas kepalanya.

(3) Sambao’

Jenis ini adalah yang paling kurang nilainya. Warnanya abu-abu bahkan kecoklatan hampir mendekati warna sapi. Sambao’ adalah kerbau yang warnanya abu-abu dianggap paling murah nilainya.

Tedong Sambao'

Selain itu dalam transaksi yang berhubungan dengan kerbau, masyarakat Toraja mengenal ukuran-ukuran, seperti:

  1. misa’ tedong artinya satu ekor kerbau utuh
  2. sang sese tedong atau seperdua kerbau
  3. sang tepo tedong atau seperempat kerbau
  4. sang leso tedong atau seperenam kerbau
  5. sang duluk tedong atau spertigapuluh dua kerbau
  6. sang katatae tedong atau seperenampuluh empat kerbau.

 

Sumber:

Issudarsono. 1976. Pasar Ternak Rantepao, (Studi Kasus tentang kegiatan perdagangan dalam jual beli kerbau, dalam hubungannya dengan tradisi pemakaian kerbau oleh orang Toraja Sa’dan), Laporan Penelitian Pusat Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Ujung Pandang.

Stepanus BO’DO’. 2008 Kerbau dalam Tradisi Orang Toraja (The Importance of Water Buffalos in Torajanese Tradition ), Pusat Kajian Indonesia Timur, Universitas Hasanuddin.

Foto : koleksi Maria Roswati dan Komunitas Ma’pasilaga Tedong.

Strategi Menyimpan Voice Note dari Whatsapp di Android

sumber gambar: play.google.com300 × 30

Mungkin di antara kamu akan ada yang mengatakan “Apaan sih, siapa yang nggak tau?” Tapi jangan salah, jawaban dari pertanyaan sinis kamu bisa jadi “Banyak.”

Saya sendiri baru megetahuinya tadi setelah berapa lama memakai android dan whatsapp.

Kalau gambar dan video kan langsung tersimpan otomatis dan lari ke galeri, dan sebenarnya pesan suara juga tersimpan otomatis. Tapi sayangnya tidak ke galeri, tapi seperti pengalaman saya sih langsung ke pemutar music muncul nya. Lah yo kok jauh sekali?

Well, itulah yang akan kita obrol-kan di sini. Bagaimana cara nya langsung lurus menuju ke pesan suara tersebut.

BEGINI:

Simpel saja sebenarnya karena setiap pesan suara di android sudah terdownload otomatis hanya saja tempat penyimpanannya membutuhkan tempat penyimpanan khusus.

Untuk menemukan hasil download kamu harus memiliki app penyimpanan khusus android dan di sini saya merekomendasikan ES File Explorer.

Untuk mendownload silahkan klik di sini.

Kemudian untuk tempatnya sendiri kamu bisa cari dengan langkah berikut:

  1. Open ES File Explorer
  2. Open folder WhatsApp
  3. Open Media
  4. Open WhatsApp Voice Note
  5. Akan ada banyak folder dengan ‘tanggal bulan tahun’ sebagai nama folder, kamu tinggal pilih.
  6. Done!

Semoga berguna:)

Apa Itu Zorpia Dan Bagaimana Memusnahkannya?

Screenshot - 12_13_2015 , 12_05_11 AM

Siapa yang email nya di penuhi dengan pesan di atas? Pokoknya bisa jadi beberapa kali sehari akan ada pesan masuk dan isinya zorpia. Lagi-lagi zorpia!

Zorpia, zorpia, zorpia, apa sih itu?

Website porno? Website ajaran sesat? Tempat belanja online? Dating site? Huh? Apaan sih?

Screenshot - 12_13_2015 , 12_20_32 AM

Hold on guys, jangan sibuk menebak tidak jelas seperti itu. Zorpia sama sekali bukan website porno, bukan pula website ajaran sesat, bukan tempat cari jodoh (bisa jadi sih), apalagi belanja. . . zorpia yang memiliki tampilan seperti gambar di atas itu tidak lain adalah sebuah media sosial.

Konsep yang di pakai zorpia pada dasarnya setipe dengan facebook. Tapi gosipnya, halaman media sosial tersebut tidak semenarik dan bagus facebook. Zorpia masih jauh di belakang facebook.

Readers: Lalu ada masalah apa sih, kok zorpia setiap saat masuk ke kotak masuk email kita? Ada apa? Answer me! Ada apa?

Vallendri: Iklan dodol! *ups* Ha ha ha ha

Ya. . . pesan yang terus-terusan masuk ke kotak masuk kita itu hanyalah iklan.

Lalu, bagaimana membasmi iklan dari zorpia ini?

Uhm, saya benar-benar ingin memberi tips panjang lebar dengan langkah-langkah yang panjang dan pintar, tapi sayangnya hanya dengan memasukkan pesan tersebut ke SPAM saja sudah memecahkan masalah.

Klik pesannya, masukkan ke spam, DIJAMIN, tidak akan ada lagi pesan dari zorpia. Ha ha ha ha!

Semoga membantu ya

Eating meat? Here are 8 ways to be a conscientious carnivore

When we push our trolleys around the supermarket we tend to think more about how much our weekly shop is costing us rather than how much it is costing the Earth.

But the choices we make about what we put on our dining tables is having a very real influence on some of the most pressing problems facing our planet, including the global obesity epidemic, climate change and the growing resistance of bacteria to antibiotics.

The drugs used in agriculture (in everything from crop spraying to animal care), the amounts of meat we consume, and the impact of transporting food stuffs around the planet: all have a direct impact on the health of our world and ourselves.

Now a campaign in the United Kingdom by an alliance of more than 50 civil society groups is aiming to raise awareness about the unintended consequences of consumers’ food-buying choices – and inform shoppers about what they can do to help make their food healthier and more sustainable.

Drug use in animal farming worldwide.
Image: Wellness Warrior/Food and Drug Administration

Time to eat better

The campaign, Eating Better, has placed reducing the amount of meat we consume, using fewer antibiotics in farming and the human consumption of more plant-based foods at its core.

“The way we feed ourselves is unsustainable,” its website says. “The challenges of obesity, rising food prices, degraded and destroyed ecosystems, waste, animal suffering, climate change, pollution, inequalities and unfair trading systems are the connected impacts of our unsustainable patterns of food consumption and production.”

It adds: “Feeding a growing and more affluent global population healthily, fairly and sustainably simply isn’t possible unless we make some changes.”

The group, which includes the World Wide Fund for Nature UK and Oxfam among its supporter organizations, says there are no “magic bullets” that will solve the problems farming and consumers face. But choosing to eat less – and better – are key to finding a solution.

It adds that producing food in less environmentally damaging ways and reducing food waste are also essential and that the actions of governments and the industry to achieve these goals have been insufficient.

We are what we eat

All this may seem daunting to consumers, but Eating Better has issued a report containing eight principles to assist them with their food choices, which include the following points:

1. Choose meat from “pasture-fed” animals as this helps to “lock carbon into the soil”, making farm land more fertile.

2. Choose meat and dairy from well-managed production systems that allow natural animal behaviour, support good health and provide a natural diet to livestock.

3. Choose livestock products that have a diet based around more local foods and home-grown foodstuffs.

4. Shift diets away from overconsumption of meat and dairy to ensure efficient and fair use of resources.

5. Shift towards more plant-based diets, which would have health benefits for the majority of the population, and cut a third of early deaths, according to one recent report.

6. Try to buy products that needed minimal antibiotic use in their production, which means avoiding products made by intensive farming.

7. Meat is a precious resource, so make the most of each carcass and reduce the amount of wasted food.

8. Help smaller farmers by choosing meat and dairy from smaller-scale producers with higher standards. Using farm shops, farmers markets and independent butchers can help reconnect buyers with producers.

Better information

Better Eating also called for clearer labelling to let consumers know how their foodstuffs had been prepared. It said in its report that in the UK the organic label was the most straightforward as its principles had been out under European Union legislation.

However, labels such as “free range” are open to interpretation, making them confusing for shoppers wanting to make more ethical and healthier choices.

Sue Dibb, Eating Better’s executive director, said: “Industrial livestock production is having a devastating impact on our health, animal welfare and the health of the planet. As people are becoming more conscious about what they eat, a ‘less and better’ approach to meat and dairy provides a positive way forward.”

She added that the UK’s decision to leave the EU provides Britain with “a timely opportunity to put our livestock production and consumption on to a more sustainable footing and to support and encourage farming practices that benefit animal welfare, the environment and our health”. She also urged the government to play its part in achieving these goals.

Source:  www.weforum.org/agenda/2018/04/love-meat-how-to-eat-green-fair-sustainably

5 Wonderful Benefits Of Buffalo Milk

Water_buffaloes_in_Wuyishan_Wufu_2012.08.24_15-46-30

While buffalo milk may not be the most popular variety of milk, it does have certain health benefits, including the ability to build strong bones, promote growth, protect the heart, stimulate circulation, and lower blood pressure.

Buffalo Milk

When most people think of milk, they naturally picture the udders of a cow, the classic bovine, but there are many people in parts of the world who use buffalo milk instead. You might never have had a glass of buffalo milk, but you’ve likely consumed it in your “buffalo” mozzarella at one point or another. As the name implies, it is the milk from the mammary gland of a buffalo. In parts of the world like India and parts of Asia where different buffalo species are still in high supply, this milk represents a key component [1] of a healthy diet. The increased availability and demand for buffalo milk have boosted the attention, and research has found a number of differences between buffalo milk and other varieties of non-human milk for consumption.

Buffalo milk is rich [2] in protein, calcium, iron, phosphorous, vitamin A, and other important compounds, but is also notably higher in fat content than traditional cow milk. Depending on your present health condition and lifestyle, the milk of a buffalo can be good for some things, but bad for others, which makes it important to know the nutritional profile and potential health benefits of this cow milk alternative.

Health Benefits Of Buffalo Milk

Let’s dig into more details about the health benefits of buffalo milk.

Improves Heart Health

In comparison to cow milk, there is actually less cholesterol in buffalo milk, which is a good thing for anyone concerned [3] about their cardiovascular health. That being said, there is more fat in buffalo milk, about 100% more, so moderation is key. Given the widespread epidemic of cardiovascular disease, atherosclerosis, heart attacks and strokes around the world, adopting buffalo milk and rebalancing your cholesterol isn’t a bad idea.

Growth and Development

Research has shown that similar to cow milk, buffalo milk is also impressively high in protein content [4]. In fact, milk from a buffalo has about 10% more protein than its cow-derived cousin. This is good news for the growth and development of children and adolescents, as well as adults, considering that protein is needed for nearly every bodily process. Buffalo milk also provides complete proteins, which are highly valuable and can be converted into usable energy or applied for the repair and growth of our body.

Boosts Immunity

Vitamin A and vitamin C are found in significant amounts within buffalo milk, and these two vitamins are key to the functioning of our immune system and the overall protection of the body. Both of these vitamins act as antioxidants, cleansing the body of dangerous free radicals and toxins that can cause chronic illness. Furthermore, vitamin C stimulates [5] the immune system by producing white blood cells, the first line of defense for the body. Zinc and certain other trace minerals in this milk variety can also act as antioxidants and immune system boosters.

Improves Circulation

Anemia is the formal term for iron deficiency, and this is a major problem for people all over the world. A great cure for this condition [6] is high-iron foods, as iron is an important component of red blood cells. By increasing RBC count in the body, you are able to increase circulation, which boosts oxygenation to the extremities and organ systems, keeping them operating at full capacity. This also speeds healing and growth of new cells and tissues.

Bone Strength

It seems that milk of all varieties is quite well known for its impact on bone strength and development. As it turns out, milk from buffalo actually has more calcium than cow milk, making it even better for the prevention of osteoporosis and general bone strength and resilience. This is in addition to the number of other essential minerals found in buffalo milk, including copper, manganese, phosphorous and zinc.

Regulates Blood Pressure

This isn’t a well-known benefit of buffalo milk, as the potassium content of this milk variety is often overlooked. However, there is more [8] potassium in buffalo milk than regular cow milk, and since potassium functions as a vasodilator, buffalo milk can help you lower your blood pressure. By reducing the strain on blood vessels and arteries, milk from buffalo can prevent the development of atherosclerosis and other coronary complications.

Word of Caution: As mentioned, buffalo milk has considerably more fat than cow milk, but many of the other benefits are worthwhile. If you struggle with weight, have a slow metabolism, or live a less than active lifestyle, milk from buffalo may be providing too much fat in your diet. Before making any major changes to your daily or weekly health regimen, speak with your medical professional or a nutritionist.

References

  1. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0956713506000946
  2. http://link.springer.com/chapter/10.1007/978-1-4419-8602-3_1
  3. http://link.springer.com/article/10.1023/B%3AVERC.0000044434.75094.b5
  4. http://www.cabdirect.org/abstracts/20053092111.html;jsessionid=6915DEAE39ADFE12E8E2282D4FA6F50D
  5. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0308814699001995
  6. http://www.annualreviews.org/doi/abs/10.1146/annurev.nu.01.070181.001053?journalCode=nutr&
  7. https://books.google.com/books?id=VFpG2doYN7IC
  8. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0022030210002109

source: www.heifer.org

5 THINGS YOU DIDN’T KNOW ABOUT WATER BUFFALO

IMG_0168

Water buffalo (Bubalus bubalis)! They’re big, they’re mysterious, and they haven’t been to the family reunion in a couple of years. Here are a few fun facts to help you get reacquainted:

1. Water Buffalo Are Aptly Named

In the wild, water buffalo spend much of their day cooling off in the muddy waters of Asia’s tropical forest. Because of their proclivity for this marshy terrain, water buffalo have wide, splayed hooves that enable them to move freely in the mud without sinking too deeply. If food is scarce, buffalo will even dive for plants growing on the beds of lakes and rivers!

2. Water Buffalo = The World’s Largest Bovines 
At their largest, bull water buffalo can clock in at 2,650 pounds with a height of 6 ft (not including their horns, thank you). Water buffalo cows are typically more petite ranging from 1,500 pounds and up. Their formidable stature has earned water
buffalo of both genders the nickname of “The Living Tractors of the East.”

3. Water Buffalo can be Fast AND Furious 

Though domesticated buffalo are gentle enough to be milked (and even ridden), wild buffalo are notoriously aggressive and aren’t afraid to face off with their only natural predators: tigers and lions. And they are fast! When threatened, water buffalo can reach speeds of 30 mph!

4. You Have Probably Consumed Water Buffalo Milk

Compared to standard cow’s milk, water buffalo milk contains higher levels of protein, calcium, and iron while sporting less cholesterol and lactose. Though not yet a popular drink in America, it is commonly used to make delicious, Italian-style mozzarella cheeses! If you haven’t tried any mozzarella di bufala, it’s time to treat yourself.

 

5. Water Buffalo have been Domesticated for over 5,000 Years

Around the world, water buffalo are still giving humans a helping hoof! Besides cows, water buffalo contribute a significant percentage of the global milk population. In some areas of the world (like South Asia), buffalo are even the principal source of milk!

Did you learn something new or interesting about these magnificent bovines? Consider donating a water buffalo to a family in need! With the help of one of these magnificent “Living Tractors of the East” a small-scale farmer can plant more than 4x the crops than he or she could by hand. These additional crops (and the milk a buffalo can give) provide nutrition and income to a family struggling with poverty. Give the gift of a water buffalo today! source: www.heifer.org

 

 

 

Membuat SKCK online di MABES POLRI untuk apply visa study

Saya membuat SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) untuk  keperluan membuat Visa Study di Thailand

Pertama2 saya mengisi formulir SKCK Online di http://skck.polri.go.id/

Lalu klik “PENDAFTARAN SKCK ONLINE” (http://skck.polri.go.id/registrasi ) .

Setelah itu ada 4 step yang harus diisi. 

Untuk pertanyaan nomor 1, pilih jawaban “Mabes Polri – Penerbitan Visa”.

Setelah semua diisi dengan lengkap, saya mendapat nomor registrasi dan saya print – untuk tanda bukti di loket – bahwa saya sudah mengisi formulir secara online.

(Pengisian formulir secara online sangat bermanfaat dan sangat menghemat waktu pada saat kita datang ke Mabes nanti).

Saya mengisi formulir online pada tanggal 13 Januari 2018 dan nomor registrasi tersebut berlaku sampai tanggal 18 Januari 2018. 

Kalau sampai masa berlaku habis dan kita belum sempat datang ke Mabes, nomor registrasi tersebut akan hangus dan kita harus melakukan registrasi ulang.

Pada tanggal 15 Januari 2018 saya berangkat ke Mabes Polri di Jl. Trunojoyo 3 Kebayoran Baru. Jakarta Selatan (Dekat Blok M).

Saya langsung menuju ke Gedung INAFIS untuk pengambilan rumus sidik jari.

Sebelum pengambilan cap 10 jari , saya mengisi formulir data diri dan menyerahkan pas photo 4×6 dengan latar belakang warna merah (1 lembar).

Setelah sidik jari selesai, saya mendapat kartu rumus sidik jari. 

Kartu ini berlaku seumur hidup dan berlaku di seluruh dunia.

Jadi harap disimpan baik-baik.

Setelah itu, saya pergi ke loket pelayanan SKCK – dimana gedung nya berbeda dengan gedung INAFIS.

Tapi jangan khawatir, kalau belum tau, tanya aja sama petugas disana. Petugasnya baik-baik ko 🙂

Jangan lupa pake sepatu dan pakaian formal

(just in case saya pake sendal sepatu ga dikasih izin masuk akhirnya atas kebaikan polisi piket jaga boleh masuk tp kudu pakai kaoskaki, untungnya sekitar situ ada penjual kaki lima yg jual kaoskaki, klo ngga kyanya kudu sewa sepatu sama tukang parkir sekitaran situ.

Kalau bawa mobil sendiri dan tidak punya kartu anggota atau member, mobil tidak boleh masuk ke dalam Mabes. Jadi harus parkir di luar. Tapi gak jauh ko 🙂

Setelah sampai di Baintelkam Polri yang berada di Gedung D lantai 1, saya masuk ke tempat pelayanan masyarakat. 

Setelah masuk kedalam ruangan tersebut, saya mengambil tiket antrian yang berada di sebelah kanan pintu masuk.

Saya sarankan untuk berangkat pagi-pagi supaya tidak terlalu lama mengantri.

Mabes Polri sudah buka dari jam 8 pagi sampai jam 2.30 siang, dan jam istirahat dari jam 12 sampai jam 1 siang, setiap hari Senin sampai Jumat.

Setelah menungu agak lumayan lama 😛 , nomor antrian saya dipanggil juga dan saya menuju ke loket.

Disitu saya ditanya mau kemana dan untuk keperluan apa.

Lalu saya jawab pertanyaan tersebut dan saya menunjukkan semua dokumen yang sudah saya siapkan:

1. Foto copy KTP

2. Foto copy Paspor

3. Foto copy Akte Lahir

4. Foto copy Kartu Keluarga

5. Pas Photo 4×6 dengan latar belakang warna merah (6 lembar)

6. Foto copy kartu rumus sidik jari yang baru saja saya dapat dari gedung INAFIS tadi. 

    (Di dekat loket pelayanan SKCK ada tempat foto copy).

7. Foto copy nomor registrasi pengisian SKCK online.

Saya sarankan foto copy masing2 dokumen sebanyak 2 lembar.

Walaupun yang diserahkan ke loket nanti hanya masing2 satu lembar, (hanya untuk berjaga2 saja).

Saat itu saya tidak membawa surat pengantar dari RT/RW dan dari Kelurahan, dan ternyata surat pengantar tersebut tidak diperlukan, Alhamdulillah saya ngga perlu modar mandir ke Kaltim lagi.

Saya juga membawa semua dokumen2 yang aslinya. Tapi mereka tidak meminta dokumen yang asli. Tapi saya sarankan untuk membawa dokumen aslinya juga, siapa tau diperlukan.

Setelah semua dokumen saya serahkan, saya disuruh untuk menunggu.

Setelah menunggu beberapa menit, nama saya dipanggil untuk melakukan foto dan pengambilan sidik jari lagi dan tanda tangan.

Lalu saya menunggu lagi. Setelah beberapa menit, saya dipanggil lagi untuk mengecek apakah data2 yang mereka masukkan sudah benar atau belum. Setelah saya cek dan semuanya oke, lalu saya disuruh menunggu lagi.

Setelah menunggu beberapa menit, saya dipanggil lagi. Saya kira sudah selesai, ternyata belum hehe

saya sdh membawa foto hasil cetak studio tp ternyata tidak terpakai, petugas mempersilahkan sy foto langsung disana.

Lalu saya disuruh menunggu lagi. Setelah beberapa menit, saya dipanggil dan disuruh membayar Rp. 30.000 untuk biaya SKCK.

Setelah itu, saya mendapatkan SKCK saya. 

Yeayyy… setelah menunggu dan menunggu beberapa menit yang berulang-ulang, hahah – akhirnya jadi juga 🙂

SKCK tersebut berlaku untuk 6 bulan kedepan. Kalau memang setelah masa berlaku SKCK tersebut habis – dan kita masih memerlukannya, kita bisa perpanjang SKCK tanpa harus melakukan sidik jari lagi, Karena sidik jari hanya dilakukan satu kali dan mereka sudah punya rekaman sidik jari kita.

Demikianlah pengalaman saya mengurus pembuatan SKCK.
Semoga bermanfaat dan terima kasih banyak.

Alhamdulillahirobbil’alamin.

-hardie-

Membuat SKCK online di MABES POLRI untuk apply visa study

Moday, 15 January 2018

SKCK Online untuk membuat Visa Study

Saya membuat SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) untuk  keperluan membuat Visa Study di Thailand

Pertama2 saya mengisi formulir SKCK Online di http://skck.polri.go.id/

Lalu klik “PENDAFTARAN SKCK ONLINE” (http://skck.polri.go.id/registrasi ) .

Setelah itu ada 4 step yang harus diisi. 

Untuk pertanyaan nomor 1, pilih jawaban “Mabes Polri – Penerbitan Visa”.

Setelah semua diisi dengan lengkap, saya mendapat nomor registrasi dan saya print – untuk tanda bukti di loket – bahwa saya sudah mengisi formulir secara online.

(Pengisian formulir secara online sangat bermanfaat dan sangat menghemat waktu pada saat kita datang ke Mabes nanti).

Saya mengisi formulir online pada tanggal 13 Januari 2018 dan nomor registrasi tersebut berlaku sampai tanggal 18 Januari 2018. 

Kalau sampai masa berlaku habis dan kita belum sempat datang ke Mabes, nomor registrasi tersebut akan hangus dan kita harus melakukan registrasi ulang.

Pada tanggal 15 Januari 2018 saya berangkat ke Mabes Polri di Jl. Trunojoyo 3 Kebayoran Baru. Jakarta Selatan (Dekat Blok M).

Saya langsung menuju ke Gedung INAFIS untuk pengambilan rumus sidik jari.

Sebelum pengambilan cap 10 jari , saya mengisi formulir data diri dan menyerahkan pas photo 4×6 dengan latar belakang warna merah (1 lembar).

Setelah sidik jari selesai, saya mendapat kartu rumus sidik jari. 

Kartu ini berlaku seumur hidup dan berlaku di seluruh dunia.

Jadi harap disimpan baik-baik.

Setelah itu, saya pergi ke loket pelayanan SKCK – dimana gedung nya berbeda dengan gedung INAFIS.

Tapi jangan khawatir, kalau belum tau, tanya aja sama petugas disana. Petugasnya baik-baik ko 🙂

Jangan lupa pake sepatu dan pakaian formal

(just in case saya pake sendal sepatu ga dikasih izin masuk akhirnya atas kebaikan polisi piket jaga boleh masuk tp kudu pakai kaoskaki, untungnya sekitar situ ada penjual kaki lima yg jual kaoskaki, klo ngga kyanya kudu sewa sepatu sama tukang parkir sekitaran situ.

Kalau bawa mobil sendiri dan tidak punya kartu anggota atau member, mobil tidak boleh masuk ke dalam Mabes. Jadi harus parkir di luar. Tapi gak jauh ko 🙂

Setelah sampai di Baintelkam Polri yang berada di Gedung D lantai 1, saya masuk ke tempat pelayanan masyarakat. 

Setelah masuk kedalam ruangan tersebut, saya mengambil tiket antrian yang berada di sebelah kanan pintu masuk.

Saya sarankan untuk berangkat pagi-pagi supaya tidak terlalu lama mengantri.

Mabes Polri sudah buka dari jam 8 pagi sampai jam 2.30 siang, dan jam istirahat dari jam 12 sampai jam 1 siang, setiap hari Senin sampai Jumat.

Setelah menungu agak lumayan lama 😛 , nomor antrian saya dipanggil juga dan saya menuju ke loket.

Disitu saya ditanya mau kemana dan untuk keperluan apa.

Lalu saya jawab pertanyaan tersebut dan saya menunjukkan semua dokumen yang sudah saya siapkan:

1. Foto copy KTP

2. Foto copy Paspor

3. Foto copy Akte Lahir

4. Foto copy Kartu Keluarga

5. Pas Photo 4×6 dengan latar belakang warna merah (6 lembar)

6. Foto copy kartu rumus sidik jari yang baru saja saya dapat dari gedung INAFIS tadi. 

    (Di dekat loket pelayanan SKCK ada tempat foto copy).

7. Foto copy nomor registrasi pengisian SKCK online.

Saya sarankan foto copy masing2 dokumen sebanyak 2 lembar.

Walaupun yang diserahkan ke loket nanti hanya masing2 satu lembar, (hanya untuk berjaga2 saja).

Saat itu saya sudah membawa surat pengantar dari RT/RW dan dari Kelurahan, tetapi ternyata surat pengantar tersebut tidak diperlukan, Alhamdulillah saya ngga perlu modar mandir ke Kaltim lagi.

Tapi untuk berjaga2 – sebaiknya surat pengantar tersebuat di bawa. (siapa tau – lain petugas, lain juga aturannya. Jadi dari pada nanti bolak balik, lebih baik kita sudah siapkan).

Saya juga membawa semua dokumen2 yang aslinya. Tapi mereka tidak meminta dokumen yang asli. Tapi saya sarankan untuk membawa dokumen aslinya juga, siapa tau diperlukan.

Setelah semua dokumen saya serahkan, saya disuruh untuk menunggu.

Setelah menunggu beberapa menit, nama saya dipanggil untuk melakukan foto dan pengambilan sidik jari lagi dan tanda tangan.

Lalu saya menunggu lagi. Setelah beberapa menit, saya dipanggil lagi untuk mengecek apakah data2 yang mereka masukkan sudah benar atau belum. Setelah saya cek dan semuanya oke, lalu saya disuruh menunggu lagi.

Setelah menunggu beberapa menit, saya dipanggil lagi. Saya kira sudah selesai, ternyata belum cinttt. 

Karena foto yang tadi saya lakukan hasilnya gelap, jadi mereka memberi saran untuk memakai pas photo yang saya bawa saja. Oke, saya sih setuju aja asalkan semuanya baik2 aja.

Lalu saya disuruh menunggu lagi. Setelah beberapa menit, saya dipanggil dan disuruh membayar Rp. 30.000 untuk biaya SKCK.

Setelah itu, saya mendapatkan SKCK saya. 

Yeayyy… setelah menunggu dan menunggu beberapa menit yang berulang-ulang, hahah – akhirnya jadi juga 🙂

SKCK tersebut berlaku untuk 6 bulan kedepan. Kalau memang setelah masa berlaku SKCK tersebut habis – dan kita masih memerlukannya, kita bisa perpanjang SKCK tanpa harus melakukan sidik jari lagi, Karena sidik jari hanya dilakukan satu kali dan mereka sudah punya rekaman sidik jari kita.

Demikianlah pengalaman saya mengurus pembuatan SKCK.
Semoga bermanfaat dan terima kasih banyak..keep smiling 🙂

-Hardie-

Untuk Apa Manusia Hidup ? Pertanyaan Mudah Yang Susah Dijawab

Salah satu inti ajaran Islam adalah membimbing manusia menemukan tujuan hidup yang sebenarnya. Islam mengajak manusia untuk merenungi satu pertanyaan yang paling mendasar bagi setiap orang, yaitu untuk apa manusia hidup di dunia ini. Pertanyaan ini tentu memerlukan sebuah jawaban yang tepat. Karena jika manusia tidak tepat dalam menjawabnya, maka manusia akan gagal dalam hidupnya. Jika manusia gagal dalam hidupnya di dunia maka manusia juga akan gagal di akhirat kelak.

Bagaimanakah cara manusia menjawab pertanyaan itu? Ada sebagian orang yang mencari jawabannya dengan semata-mata mengandalkan akal. Ternyata hasilnya, tiap-tiap orang memiliki pendapat yang berbeda-beda. Ada yang berpendapat hidup ini untuk mencari kekekayaan dan kesejahteraan hidup, ada yang berpendapat hidup ini untuk mencari kekuasaan dan keunggulan atas manusia yang lain, ada yang berpendapat hidup ini untuk membangun peradaban yang maju, ada juga yang berpendapat hidup ini untuk mencari berbagai kesenangan dan kenikmatan.

Dan masih banyak lagi berbagai pendapat lain, sesuai hasil pemikiran masing-masing. Kalau kita perhatikan, pertanyaan di atas sebenarnya cukup sederhana namun ternyata sulit menjawabnya. Bukan saja akal manusia tidak mampu menjawabnya, bahkan jika ditanyakan kepada banyak orang maka muncul perbedaan pendapat. Rupanya akal manusia memiliki kelemahan, tidak semua hal dapat dipikirkannya. Hal-hal yang ghaib, akhirat, syurga, neraka dan lain sebagainya, akal tidak dapat menjangkaunya sekalipun manusia itu pintar dan kuat akalnya.

Bagaimana dengan kita? Kita sebagai orang Islam memiliki panduan hidup yang diberikan Allah kepada kita, yaitu petunjuk Allah di dalam Al Quran dan sunnah Rasulullah SAW. Jadi, kita sebenarnya tidak perlu menebak-nebak dan meraba-raba lagi, tidak perlu sampai letih akal kita mencari jawabannya. Lebih baik kita bersandar dengan yang telah Allah berikan kepada kita. Itulah jawaban yang tepat menurut Al Quran dan itulah yang patut menjadi pegangan kita, yang menjadi keyakinan kita, serta amalan perjuangan kita, agar kita mendapat keselamatan. Di dalam Al Quran disebutkan bahwa sesungguhnya yang benar itu datang dari Allah. Karena itu kita terima sajalah jawaban dari Allah. Semoga dengan begitu kita selamat di dunia dan akhirat.

Lalu, apa jawaban Allah atas pertanyaan kita itu. Ternyata Allah telah memberikan jawaban kepada kita, yaitu:

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah (beribadah) kepada-Ku.” (QS Adz Dzaariat 56)

Ayat tersebut mengatakan kepada kita bahwa Allah menciptakan kita untuk beribadah atau mengabdikan diri kepada-Nya. Dengan kata lain kita diciptakan untuk tunduk dan patuh kepada perintah Allah. Maka dengan ayat tersebut maka kita memiliki dalil dan argumentasi yang kuat. Bahkan jika ditinjau secara logika akal maupun secara psikologis, akal kita menerima bahwa sudah selayaknya manusia menyembah Allah yang telah menciptakannya dan hati kecil kita pun setuju untuk menyembah Allah.

Selain dengan dalil ayat suci Al Quran, kita juga dapat membuktikan dengan mudah bahwa akal dan hati kita setuju untuk menyembah Allah. Sebagai contoh, bagaimanakah perasaan kita jika ada orang yang memanggil kita dengan sebutan hamba Allah? Tentu kita tidak akan menolaknya bahkan kita merasa senang. Akal kita menerimanya dan hati kita menyetujuinya. Bahkan kalaupun kita bukan seorang hamba Allah yang patuh dan taat kepada Allah, kita tetap merasa senang dan terhiburdengan sebutan itu.

Mengapa begitu? Karena memang Allah telah menjadikan kita untuk menjadi hamba-Nya. Apa yang disetujui oleh Allah, disetujui juga oleh akal dan hati kita. Dan apa yang disetujui oleh akal dan hati kita, disetujui juga oleh Allah.

Sebaliknya, bagaimanakah perasaan kita jika ada orang yang memanggil kita dengan sebutan hamba dunia, hamba harta atau hamba nafsu? Akal dan hati kita tidak setuju kita dikatakan begitu. Bukan hanya tidak setuju bahkan hati kita terasa sakit. Jika seseorang yang sedang sakit dituduh-tuduh mejadi hamba selain Allah mungkin dia akan meninggal seketika.

Begitulah, apa yang tidak disetujui oleh Allah juga tidak disetujui oleh akal dan nafsu. Dan sebaliknya, apa yang tidak disetujui akal dan hati, Allah juga tidak menyetujuinya.

Karena itu, mau tidak mau kita harus menyembah Allah. Allah setuju, akal setuju dan hati setuju. Jadi kalau manusia tidak mau menyembah Allah, tidak mau mengabdikan diri kepada Allah, tidak mau tunduk dan patuh kepada Allah, dia bukan saja menentang Allah, bahkan menentang akal dan hatinya. Pada hakekatnya menusia menentang dirinya sendiri. Kalau seseorang menentang dirinya sendiri, maka dia tidak akan medapatkan kebahagiaan dalam hidupnya. Walaupun seseorang itu memiliki pangkat dan jabatan yang tinggi, rumah yang mewah dan harta kekayaan yang melimpah.

Buktinya banyak. Kita saksikan di saat ini, bangsa-bangsa yang dikagumi karena kemajuan mereka di bidang ekonomi dan pembangunan, juga terdapat banyak orang terkenal, tapi banyak sekali penduduknya yang mati bunuh diri kareka mereka sudah kehilangan kebahagiaan. Kebanyakan mereka orang yang terkenal tapi hidupnya frustasi.

Mengapa demikian? Karena mereka sama sekali tak mengenal Allah, tidak mau menyembah Allah. Mereka menentang dirinya sendiri sehingga akibatnya mereka tidak mendapatkan kebahagiaan. Karena itu kita harus mengenal dan menyembah Allah, agar kita selamat di dunia dan akhirat.

Mungkin hati kecil kita akan bertanya-tanya, “Jika benar manusia itu sudah selayaknya menyembah Allah, mengapa perasaan hati kita sendiri selama ini tidak mengajak atau mengingatkan kita agar menyembah Allah?”

Kita juga merasa susah untuk taat kepada Allah. Hal itu disebabkan karena di dalam diri manusia ada dua musuh batin yang senantiasa mempengaruhi hati dan akal manusia. Kedua musuh batin itu adalah syaitan dan hawa nafsu yang selalu menggoda manusia dan membawa manusia pada jalan kesesatan.

Di dalam Al Quran disebutkan :

“Sesungguhnya syaitan adalah musuh yang sangat nyata” (QS Al Baqarah 208 )

Dan tentang nafsu, Allah juga berfirman :

“Sesungguhnya nafsu itu selalu mengajak manusia pada kejahatan” (QS Yusuf 52)

Karena dalam diri manusia itu ada dua musuh batin maka hati manusia menjadi lalai dan durhaka kepada Allah. Kalau syaitan dan hawa nafsu tidak ada tentu manusia akan mengenal Allah, cinta dengan Allah, bahkan tenggelam dalam kecintaan kepada Allah karena fitrah manusia telah mengenal Allah sejak sebelum ditiupkannya ruh dan mengetahui bahwa Allah saja yang patut disembah dan diagungkan.

Lalu dengan cara bagaimanakah kita menyembah Allah? Cara menyembah Allah atau beribadah kepada Allah ada tiga bagian, yaitu:

1.Ibadah yang asas: Mempelajari, memahami, meyakini Rukun Iman, serta mempelajari, memahami dan melaksanakan Rukun Islam, yaitu Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat, dan Haji bagi yang mampu.

2.Ibadah Fadhailul ‘Amal: Amalan-amalan yang utama seperti puasa Senin Kamis, sholat Tahajud, shalat sunat Rawatib, membaca tasbih, tahmid, tahlil, membaca Shalawat Nabi, dll.

3.Ibadah yang umum: Ibadah yang lebih luas, seluas dunia, yaitu hal-hal mubah (boleh) yang dapat dijadikan amal ibadah jika memenuhi lima syarat :

a. Niat yang benar yaitu karena Alah.
b. Perkara yang kita lakukan dibenarkan oleh syariat
c. Pelaksanaannya juga sesuai dengan syariat
d. Hasil yang diperoleh dipergunakan sesuai syariat
e. Jangan sampai meninggalkan ibadah yang asas

Try To Look At the Bright Side Teposeliro sifate satrio, Nelongso sing dhadhi gegondelaning roso, Prihatin dhalaning mukti utomo