Uji kualitatif protein

uji kualitatif protein
Peranan protein bagi tubuh sangat signifikan. Molekul kompleks ini memang mendukung kegiatan struktural tubuh. Oleh karena hal ini, maka peneliti lebih lanjut mengkaji protein agar mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif. Analisa terhadap protein ini sendiri bisa dilakukan dalam dua metode yakni uji kuantitatif dan uji kualitatif protein. Pada kesempatan ini, uji kualitatiflah yang akan kita bahas lebih menyeluruh. Uji kualitatif ini sendiri melibatkan berbagai jenis reaksi. Selain itu, terdapat pula pembedaan yang didasarkan atas warna dan pengendapan. Untuk mengetahui kedua hal tersebut, silahkan simak uraian berikut ini.
Reaksi Dalam Uji Kualitatif Protein

Pembagian reaksi dalam lingkup analisa kualitatif adalah sebagai berikut:

  1. Reaksi Xantoprotein. Untuk mendapatkan reaksi ini, perlu penambahan larutan asam nitrat yang pekat ke dalam larutan protein. Pada saat dicampur, akan terlihat pembentukan endapan berwarna putih yang apabila dipanaskan akan berubah warna menjadi kekuningan. Reaksi ini terjadi pada protein yang di dalamnya terkandung senyawa antara lain fenilalanin, triptofan, dan juga tirosin.
  2. Rekasi Hopkins Case. Reaksi ini terjadi apabila larutan senyawa protein yang mengandung unsur triptofan bereaksi dengan pereaksi yang disebut dengan istilah Hopkins cole. Pereaksi ini mengandung beberapa senyawa antara lain asam glikosilat.
  3. Reaksi Millon. Jenis reaksi dari uji kualitatif protein ini terjadi apabila larutan protein ditambahkan dengan pereaksi berupa larutan merkuri serta merkuri nitrat yang ada di dalam asam nitrat. Sebagai hasilnya, akan muncul endapan berwarna putih yang akan berubah menjadi warna merah apabila terjadi pemanasan.
  4. Reaksi Natriumnitroprusida. Rekasi ini terjadi apabila pelarutnya adalah larutan amoniak. Protein yang mengandung senyawa sistein akan menunjukkan hasil yang positif.
  5. Reaksi Sakaguchi. Jenis reaksi uji kualitatif protein ini menggunakan pereaksi berupa naftol dan juga natriumhipobromit. Apabila terdapa gugus guanidine pada protein maka hasilnya akan positif.
  6. Reaksi Biuret. Merupakan uji kualitatif protein yang dibentuk menjadi alkalis dengan menggunakan NaOH dan selanjutnya ditambahkan cairan CuSO4. Uji ini bertujuan untuk mencari tahu apakah di dalam sebuah senyawa mengandung gugus amida asam yang lebur bersama asam amida lainnya.

Uji Kualitatif Protein Berdasarkan Warna dan Pengendapan

  1. Uji Ninhidrin. Merupakan uji kualitatif protein yang paling umum dilakukan dalam rangka mencari tahu apakan suatu bahan mengandung protein di dalamnya. Apabila positif maka hasil reaksi adalah terbentuknya kecenderungan warna dari ungu sampai biru.
  2. Uji Biuret. Sama seperti reaksi biuret, uji kualitatif protein ini ditujukan untuk mendeteksi apakah ada atau tidak ikatan peptida yang merangkai molekul protein. Apabila positif maka wakan muncul warna dari merah muda hingga ungu.
  3. Uji Reduksi Sulfur. Uji ini tujuannya untuk mengetahui apakah suatu protein mengandung unsur asam amini dengan gugus atom S (contoh Cystein dan juga methionin). Uji ini akan terjadi rekasi yang pada akhirnya membentuk gram pbS dengan warna hitam.
  4. Uji Xantoprotein. Uji ini sama dengan reakasi Xantoprotein. Hasil akhirnya akan dihasilkan endapan yang putih dan berubah menjadi kuning tua. Apabila ditambahkan pelarut ammonia pekat maka zat akan berubah warna menjadi jingga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Allah SWT akan menolong seorang hamba selama ia mau menolong sesama. Try To Look At the Bright Side. Teposeliro sifate satrio, Nelongso sing dhadhi gegondelaning roso, Prihatin dhalaning mukti utomo

%d bloggers like this: