Bagaimana cara menilai hasil foto yang benar?

Tidak ada penilaian foto yang benar, melainkan penilaian yang baik.

Sejatinya nilai suatu hasil karya (seni) sangatlah subjektif dan tidak permanen. Banyak bias yang terjadi saat menilai sebuah foto.

Menurut Justin Mott (Fotografer kelas dunia yang telah memenangkan banyak penghargaan), salah satu elemen yang paling penting dalam sebuah foto adalah kemampuan untuk memanggil emosi orang yang melihatnya.

img_6073

Ini contohnya. Ini kan cuma foto petani di tengah ladang. YA! Tapi coba perhatikan lagi, dan selami tone warnanya dan komposisi objeknya. Terasa…. punya makna lebih dari sekadar seorang petani dan ladang. Sayangnya, makna lebih ini berbeda-beda kadarnya pada tiap orang.

Sejalan dengan Justin MottTanveer Badal (wedding and travel photographer yang melakukan pekerjaannya antara Amerika dan Bangladesh) mengatakan tentang hal yang paling menyenangkan baginya menjadi seorang fotografer, yaitu memiliki perhatian yang baik terhadap momen dimana orang-orang secara umum mampu mengambil hikmah atau rasa syukur darinya.

Tanveer Badal mengakui bahwa dia dan semua fotografer amatir lainnya akan mengambil gambar sebanyak-banyaknya dengan asumsi bahwa mungkin saja ada satu dua momen terbaik yang ikut terambil. Namun, semakin dia mengetahui nilai lebih suatu foto yang disukai khalayak umum (yang belum tentu mengerti teknik fotografi) membuatnya semakin sedikit mengambil gambar.

Gambar ini menunjukkan kejelian Tanveer Badal terhadap momen yang paling menarik yang mampu menarik perhatian banyak orang. Orang bisa saja tertawa geli melihat bagaimana seekor jerapah menjilat dagu si gadis, atau justru sebaliknya malah merasa jijik dan enggan melihat lebih lama. Tapi dalam waktu 3 detik saja, dua sudut pandang tersebut tetap berimbas pada melekatnya foto jerapah dan si gadis dalam ingatan.

Jadi, hal apa saja yang membuat foto terlihat baik?

Okay, setelah kita tahu tujuan utama kita agar foto terlihat baik, mari kita sedikit ke arah teknik fotografi. Ada begitu banyak sekali teknik fotografi yang tentu saja tidak saya pahami seratus persen. I’m not a photographer, indeedBut I think I can give a try to mention the most important value in taking a good photograph:

  • Lighting is a must. Pengaturan pencahayaan adalah hal yang paling mutlak. Ini bukan berarti sebuah foto harus diambil dalam kondisi terang saja. Semua itu bergantung dari nilai lebih yang ingin kita dongkrak. Foto dengan lighting redup sangat ideal untuk menampilkan emosi gelap, sedih, sendu, atau romantis.
  • Agar tampil menarik nyatanya komposisi dengan istilah rule of thirdterbukti mempengaruhi nilai suatu foto. Tentang rule of third bisa dilihat pengertian dan contoh-contohnya di sini.

Sekali lagi, nilai lebih suatu foto yang baik sangatlah subyektif. Semakin kita mempelajari fotografi, semakin kita tahu hal apa yang paling mendukung suatu foto untuk menjadi baik. Dan perlu kita cermati, tujuannya adalah memberi nilai lebih bagi banyak orang, bukan hanya bagi pemotret saja.

Sumber: Nouvel Raka

Allah SWT akan menolong seorang hamba selama ia mau menolong sesama. Try To Look At the Bright Side. Teposeliro sifate satrio, Nelongso sing dhadhi gegondelaning roso, Prihatin dhalaning mukti utomo

%d bloggers like this: