Mengapa sebagian besar fotografer profesional hanya menggunakan Canon?

Dalam bidang apa dulu?

Kalau itu dalam pemotretan olah raga profesional, seperti yang sering terlihat di layar TV sewaktu pertandingan sepak bola atau pertandingan-pertandingan lain di Olimpiade, memang masih lebih banyak terlihat lensa-lensa tele dengan kelir putih (yang biasanya bermerek Canon) diselingi dengan yang berkelir hitam (biasanya Nikon) walaupun persentasenya tidak selalu konstan.

main-qimg-331ecd26d8582fb3655c62c8f036e2bd

Hal ini bisa terjadi selain karena adanya dukungan yang bagus bagi para profesional pengguna Canon di lokasi pemotretan —biarpun dukungan yang sama dari Nikon juga tersedia— langkah-langkah pemasaran yang dilakukan Canon terbilang lebih agresif dibanding merek-merek lain. Inilah dua hal utama yang menyebabkan pengguna Canon terlihat lebih banyak disamping juga karena lensa-lensa berkelir putih lebih mudah terlihat dan lebih menarik perhatian.

Namun dalam bidang-bidang lain yang biasanya tak tersorot kamera TV, justru kebalikannya yang sering terjadi. Dalam fotografi landscape atau weddingmisalnya. Fotografer-fotografer profesional dalam bidang-bidang ini saat ini semakin banyak yang lebih condong memilih Nikon atau Sony. Ini karena sensor pencitraan digital pada sejumlah kamera DSLR/Mirrorless dari kedua merek ini mempunyai dynamic range yang lebih besar dibanding sensor pencitraan dalam kamera yang setara dari Canon seperti pada —misalnya— kamera Nikon D850 dan Sony α7R III bila dibandingkan dengan Canon EOS 5DS/DS R

Dynamic Range di sini artinya adalah kemampuan menangkap detail di daerah bayangan (shadow) dan daerah terang (highlight) dalam rentang yang diukur dengan satuan EV (Exposure Value) atau stop. Semakin besar nilai dynamic range yang mampu dihasilkan oleh sensor pencitraan suatu kamera, semakin banyak detail yang mampu ditampungnya. Dalam hal ini, kinerja sensor digital dalam kamera-kamera Canon relatif masih tertinggal dibanding Nikon dan Sony walaupun upaya-upaya untuk mengejar ketertinggalan ini telah berjalan selama beberapa waktu.

Seperti yang bisa dilihat pada ilustrasi berikut:

Ilustrasi 1: Evaluasi performa sensor digital antara Nikon D850 dan Canon EOS 5DS

Sumber.

Atau:

Ilustrasi 2: Perbandingan kualitas foto dalam pembesaran 1:1 yang mampu dihasilkan antara Nikon D850 dan EOS 5DS R dalam format mentah (RAW). Dua kotak di bagian bawah menunjukkan apa yang akan didapat ketika suatu foto tercahayai sebanyak -6 stop under exposure lalu dikompensasikan lewat pengolahan foto diluar kamera menjadi setara dengan ISO 6400 seperti pada dua kotak diatasnya.

Sumber.

Jadi nampaknya sudah jelas, bagi para fotografer profesional yang bekerja dalam bidang-bidang fotografi yang mengutamakan kemampuan penangkapan detail sebanyak mungkin, mereka akan cenderung memilih kamera yang mampu memberikan dynamic range yang lebih luas yang sampai sekarang belum sanggup dipenuhi oleh kamera-kamera Canon. Ini tak terlalu menjadi masalah dalam bidang pemotretan olah raga yang memprioritaskan output hasil yang banyak sesegera mungkin dimana Canon masih mendominasi walaupun merek lain juga memiliki kemampuan yang setara seperti diutarakan sebelumnya.

Kemudian di sisi lain, menarik juga untuk disimak bahwa dalam bidang fotografi jurnalistik profesional, merek-merek kamera yang digunakan oleh para pemenang lomba foto jurnalistik World Press Photo (WPP) yang selama beberapa tahun sebelumnya didominasi oleh Canon, di tahun ini situasinya berbalik seperti yang terlihat dalam beberapa ilustrasi seperti berikut:

2018 (dalam persen):

2017 (dalam persen):

2016 (berdasarkan jumlah):

2015 (berdasarkan jumlah):

Ilustrasi 3: Merek-merek kamera yang digunakan oleh para pemenang WPP 2015 s/d 2018 dalam persentase (2018 dan 2017) atau berdasarkan jumlah (2016 dan 2015).

Lewat serangkaian ilustrasi di atas ini, setidaknya bisa diambil gambaran kasar bahwa dalam periode 2017–2018 telah terjadi perubahan yang cukup drastis dimana jumlah para fotografer jurnalistik profesional pengguna kamera Nikon melebihi jumlah pemakai Canon —setidaknya untuk mereka yang mengikuti kompetisi WPP. Namun perlu dimaknai bahwa hal ini belum bisa dijadikan indikasi tren karena baru di tahun ini saja terjadinya.

Tapi dari semua hal yang telah dibahas di atas, memang harus diakui bahwa pangsa pasar kamera digital segala tipe memang masih tetap dikuasai oleh Canon. Dari segmen DSLR saja, Canon masih mendominasi sebanyak 61,1% seperti terlihat dari laporan penjualan di Jepang lewat tautan berikut:

2018 Japan BCN camera rankings: Canon dominates DSLRs, tops Sony in mirrorless

Walau demikian, karena pertanyaannya disini adalah khusus mengenai fotografer profesional, saya berusaha menjawabnya dengan hal-hal spesifik yang relevan.

sumber: Yulian Ardiansyah

Allah SWT akan menolong seorang hamba selama ia mau menolong sesama. Try To Look At the Bright Side. Teposeliro sifate satrio, Nelongso sing dhadhi gegondelaning roso, Prihatin dhalaning mukti utomo

%d bloggers like this: