Body Size of Toraja Spotted Buffalo in Different Sex and Age

This research was use secondary data of 267 Spotted Buffalos that taken from Sanggalangi Sub-District, North Toraja District which supposed to compare chest girth, body length and body weight of male and female Spotted Buffalo in different age class. Those data were processed by using Randomized Block Design. The treatments were include male and female sexes and also five age classes, those are < 1, 1, 1-3, 3-5 and > 5 years. Repetition total was unbalance. If those data have significant differences, those data then processed by Duncan Test. Observed variables included body length, chest girth and body weight. Body weight was gotten from estimation based on linear regression equation (Putra, 1985). The result showed that age and sex had a significant effect to body measurement of Toraja Spotted Buffalo which included body length, chest girth and body weight (P<0,05). The average of body length gradually increased along with age. The older spotted buffalo was langer than the younger in the same or different sex. In each same age class, body measurement of male Toraja Spotted Buffalo was higher than the female. But in age class of > 5 year, average body measurement of female Spotted Buffalo would be higher than male Spotted Buffalo.

Kerbau belang termasuk jenis kerbau rawa yang mempunyai potensi tinggi dalam penyediaan daging. Kerbau belang adalah hewan bernilai paling tinggi dalam budaya Toraja. Hewan ini selain menjadi hewan pekerja dan alat transaksi juga dipakai sebagai persembahan dalam upacara rambu solo’ dan rambu tuka’ masyarakat Toraja. Potensi ternak kerbau untuk menopang ketahanan pangan khususnya ketersediaan daging juga sangat besar. Penelitian ini menggunakan data sekunder 267 ekor kerbau belang yang diambil dari Kecamatan Sanggalangi, Kabupaten Toraja Utara bertujuan untuk membandingkan lingkar dada, panjang badan dan bobot badan kerbau belang jantan dan betina pada umur yang berbeda. Data diolah menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan meliputi jenis kelamin jantan dan betina serta lima kelompok umur yaitu <1, 1, 1-3, 3-5 dan >5 tahun. Jumlah ulangan tidak sama (unbalance). Apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan. Peubah yang diamati adalah ukuran-ukuran tubuh yang meliputi panjang badan, lingkar dada dan bobot badan. Bobot badan didapat dengan melakukan estimasi berdasarkan rumus regresi linier (Putra, 1985). Ukuran tubuh terkecil dimiliki oleh Kerbau Belang jantan pada kelompok umur <1 tahun, panjang badan 110,72 cm, lingkar dada 150,94 cm dan bobot badan 239,31 kg. Ukuran tubuh terbesar dimiliki oleh Kerbau Belang betina pada kelompok umur >5 tahun, panjang badan 153,02 cm, lingkar dada 206,32 cm dan bobot badan 587,15 kg. Hasil penelitian menyatakan bahwa umur dan jenis kelamin berpengaruh nyata terhadap panjang badan, lingkar dada dan bobot badan (P<0,05) kerbau belang Toraja. Rataan ukuran-ukuran tubuh kerbau belang meningkat secara bertahap seiring dengan bertambahnya umur. Rataan ukuran-ukuran tubuh kerbau belang pada umur lebih tua lebih besar dibandingkan dengan yang lebih muda baik pada jenis kelamin yang sama maupun yang berbeda. Ukuran-ukuran tubuh kerbau belang Toraja jantan lebih besar dari pada betina pada tiap kelompok umur yang sama. Namun, pada kelompok umur E (>5 tahun) rataan ukuran-ukuran tubuh kerbau belang betina lebih besar dibandingkan dengan jantan

Collections

 

Allah SWT akan menolong seorang hamba selama ia mau menolong sesama. Try To Look At the Bright Side. Teposeliro sifate satrio, Nelongso sing dhadhi gegondelaning roso, Prihatin dhalaning mukti utomo

%d bloggers like this: