Perbedaan antara Alel Dominan dan Resesif

Pewarisan adalah salah satu prinsip yang paling penting dalam kehidupan. Meiosis mengatur pewarisan organisme hidup. Pengupasan kromosom homolog terjadi selama proses meiosis. Biasanya kromosom berisi sejumlah gen, dan mereka ada di tempat-tempat tertentu.

Jika gen yang ada di lokasi yang sama, di dalam kromosom homolog, mereka dikatakan memiliki lokus yang sama.

Ketika mereka berada di lokus yang sama, dalam kromosom ibu dan ayah, gen ini memiliki sifat yang sama. Dalam situasi seperti itu, dua gen disebut alel. Alel dapat dominan atau resesif. Sebuah alel dominan selalu diungkapkan sedangkan alel resesif diekspresikan bila hanya alel dominan tidak ada. Jika dua alel hadir dalam organisme yang identik, maka disebut “homozigot”, sedangkan jika dua alel yang berbeda, dan kemudian disebut “heterozigot”. Sebenarnya sifat dominasi dan resesif adalah analisis korelasi fenotipik dari dua alel.

Alel dominan

Dari dua gen dalam lokus yang sama dari kromosom ibu dan ayah, alel dominan adalah yang kuat. Alel dominan ini dinyatakan secara fenotip dalam kasus heterozigot dan homozigot. Sebagai contoh, jika kita menggunakan alel dominan sebagai (A) dan alel resesif (a), maka dalam kasus homozigot, dua alel dapat ditulis sebagai AA, dan dapat ditulis sebagai Aa, dalam kasus heterozigot. Dalam kedua situasi ini, alel dominan dapat mengekspresikan fenotipe di atas alel resesif.

Alel resesif

Dari dua alel, yang lemah dikenal sebagai alel resesif. Alel resesif ini dinyatakan hanya dalam kasus homozigot. Dalam kasus heterozigot, alel dominan menutupi fenotip alel resesif.

Untuk contoh, jika kita menggunakan alel dominan sebagai (A) dan alel resesif (a), alel resesif dapat mengekspresikan fenotipe yang hanya dalam kasus ‘aa’. Hal ini tidak disajikan dalam keadaan Aa, karena adanya pengaruh dari alel dominan.

Perbedaan Alel antara Dominan dan Resesif

Apa perbedaan Alel antara Dominan dan Resesif?

  1. alel dominan adalah lebih kuat dari dua alel dan salah satu adalah alel lemah resesif.
  2. Sebuah alel dominan dapat mengekspresikan fenotipe didalam nya baik heterozigot dan homozigot, tetapi alel resesif mengungkapkan fenotipe yang hanya dalam keadaan homozigot atau ketika alel dominan tidak ada.
Advertisements

Try To Look At the Bright Side Teposeliro sifate satrio, Nelongso sing dhadhi gegondelaning roso, Prihatin dhalaning mukti utomo

%d bloggers like this: